Wednesday, 3 November 2010

Pray For Indonesia

Sorry for being late to post some important news to be delivered by me through this blog. So sorry. Since I'm late, I won't give the complete news, I just posted a few photos that I collected from any online media. And... I just realized that natural disasters happened on October. For those who read this post, please keep praying for our country, Indonesia, to be always good! Amin.

first, the flood in Wasior, West Papua, happened in the beginning of October, exactly Monday on October 4th, 2010.


the image source

After that flood, we were suprised by the news of earthquake and tsunami that occured in the Mentawai Islands. Both the earthquake and the tsunami happened in Monday on October 25th, 2010.

the image source

Meanwhile we were still shocked by the earthquake and tsunami, another natural disaster occured. It was coming from one of the active volcano mountains in Central Java, Merapi. Merapi has been erupted since Tuesday on October 26th, 2010.

Let's pray for our lovely country, Indonesia! :)

Tuesday, 2 November 2010

COMING SOON!

There are a few must-see movies to be seen by me and (of course) the readers. Here they are..

1. Harry Potter and The Deathly Hallows : Part One


I'm sure that I'm not the only one who already awaits this movie. But also, everyone in the world, of course, eagerly wants to see how the work of David Yates to make an incredible movie to be shown. Unfortunately, there's an issue that the 3D version of this movie can't be watched.. Well, I don't know whether this issue right or wrong. Let's see and wait on this November!

2. The Social Network


Based on its title, we already know what the movie is about. Yup, this movie tells the story of the most famous social networking site in the world, facebook. Specifically, The Social Network movie is focused on the story of the founder of facebook, Mark Zuckerberg. I'm curious how David Fincher make this movie since he has been directing some great movies, for example, Fight Club, Panic Room, and The Curious Case of Benjamin Button. Anyway, I love its tagline, You don't get to 500 million friends without making a few enemies. So real, huh?

3. The Chronicles of Narnia : The Voyage of The Dawn Treader



Who doesn't love the fantasy story of Narnia written by C.S Lewis? I think everyone loves this movie a lot. I'd love to see how Edmund and Lucy also two other siblings will not be tempted and will not to be distracted each other by the White Witch. This movie will be good to be watched in 3D version, let's wait and enjoy the journey in Narnia! :)

Thursday, 28 October 2010

Selamat Hari Sumpah Pemuda

Kepada seluruh pemuda/i di Tanah Air, alangkah baiknya jika kalian akan menggelar demonstrasi, seyogyanya kalian dapat berpikir kritis sesuai dengan situasinya secara bijak. Artinya, berpikir kritislah kalian jika sesuai dengan tempatnya. Lihat secara seksama dahulu kondisinya seperti apa. Amati dahulu masalah yang akan kalian kritisi apa. Barulah kalian berpikir kritis. Barulah kalian berdemonstrasi. Saya terkadang miris melihat para pemuda/i yang dulunya aktivis lalu sekarang menjadi bagian dari sistem politik yang berkuasa. Ya, pada kenyataannya memang tidak sedikit pemuda/i yang tergiur dengan kekuasaan. Tapi, tidak sedikit pula para pemuda/i yang masih konsisten untuk berjuang di jalan melalui demonstrasi.



Kepada seluruh pemuda/i di Tanah Air, alangkah baiknya jika saat ini kita bertindak dan berpartisipasi dalam mencapai cita-cita bangsa. Tidak hanya diucapkan melalui ikrar sumpah pemuda, tetapi juga dimulai dengan tindakan kecil untuk kemajuan bangsa ini. Contohnya seperti apa? Contohnya, saat sedang ujian, alangkah baiknya jika kalian tidak mencontek dan lebih percaya dengan jawaban kalian sendiri. Dengan tidak mencontek, kalian pun sudah melakukan tindakan positif demi kemajuan pendidikan bangsa. Mudah kan? Yuk, kita mulai bertindak untuk meraih cita-cita bangsa ! Tetap optimis ! :)

Monday, 25 October 2010

The Ghost Writer : Read Between The Lies

The Ghost Writer, tunggu dulu, ini bukan film horor yang akan membuat kita berteriak dan menutup mata. Film ini sama sekali tidak ada penampakan hantu atau pembunuhan berdarah dingin. Film ini memiliki genre thriller, drama, and mystery. Ya, cukup menegangkan karena pikiran kita dipaksa untuk memutar mencari jawaban mengapa Mike McAra meninggal? Apakah dia meninggal karena kecelakaan? Atau justru dibunuh oleh seseorang? Sekali lagi, kita tidak akan disodorkan situasi malam - di mana biasanya para pembunuh beraksi - tetapi justru kita digiring ke sebuah drama (yang pada akhirnya mengarah ke) politik dengan menegangkan.

Antara Politikus dan Penulisnya

Politikus merangkap sekaligus sebagai pejabat publik selalu membutuhkan penulis atau juru bicara yang membantu dalam membuat sebuah press release. Artinya, mereka (yang menjadi penulis atau juru bicara) adalah tangan kanan sang politikus tersebut. Sehingga membutuhkan suatu bentuk hubungan yang full of chemistry and very close each other di antara penulis dan politikus. Khusus untuk penulis biografi tokoh terkemuka, biasanya dikenal dengan sebutan Ghost Writer. Ghost writer merupakan sebutan yang identik dengan penulis biografi tokoh terkemuka tanpa menyebutkan nama atau identitas mereka. Itulah yang digambarkan oleh Roman Polaski melalui film dari adaptasi novel The Ghost (yang ditulis Robert Harris).




Awalnya, kita dibawa kepada sosok Ewan McGregor yang menjadi penulis bayangan - sebutannya adalah Ghost Writer - dan menggantikan penulis pendahulunya, yakni Mike McAra. Mike McAra meninggal secara misterius. Misterius, karena tidak diketahui secara pasti apakah dia kecelakaan, bunuh diri, atau dibunuh. Sehingga, perusahaan penerbitan tempat Mike McAra bernaung, Rhinehart Inc, mencari sosok penggantinya, yaitu Ghost Writer (Ewan McGregor) untuk melanjutkan penulisan biografi Adam Lang.

Siapakah Adam Lang? Adam Lang - yang diperankan oleh Pierce Brosnan - adalah mantan Perdana Menteri Inggris. Setelah dia berhenti bekerja memimpin Inggris, dia dan istrinya, Ruth Lang - diperankan oleh Olivia Williams - menetap di kantor pribadi sekaligus tempat tinggal pribadinya yang letaknya di sebuah pulau terpencil dan terisolasi dari hiruk pikuk keramaian United States of America (USA). Mereka tinggal bersama staf pribadi serta para pengawal pribadi mereka. Termasuk Ghost Writer yang pada akhirnya tinggal bersama di villa pribadi Adam Lang. Sejak tinggal di villa pribadi Adam inilah, ghost writer melihat beberapa hal aneh yang perlu ditelusuri dan dicari jawabannya hingga saling berkaitan satu sama lain.

Adam Lang dan Paul Emmett

Ghost writer memulai penulisannya dari mengapa Adam tertarik untuk terjun ke dunia politik, padahal semua orang tahu bahwa hidupnya bukan untuk bidang politik. Sesuai dengan apa yang dilontarkan Adam selama wawancara berlangsung, semula ghost writer mengira bahwa ketertarikannya pada dunia politik dikarenakan sosok Ruth yang cerdas. Ternyata, selidik punya selidik, sosok Ruth bukan merupakan satu-satunya alasan mengapa ia terjun ke dunia politik. Hal ini didasarkan atas beberapa temuan ghost writer di dalam kamar pendahulunya, McAra.

Ghost writer menemukan sebuah amplop coklat yang berisi hasil penyelidikan McAra yang disimpan di bawah laci lemari pakaiannya. Di dalam amplop tersebut terdapat kartu keanggotaan Adam sebagai anggota partai Buruh dan artikel yang menyebutkan kapan sang politikus bergabung di dalam partai Buruh. Berdasarkan kartu keanggotaan dan artikel, dapat dilihat adanya perbedaan mencolok tentang tahun bergabungnya Adam ke dalam partai Buruh. Perbedaan tahun ini mengisyaratkan keanehan mengenai alasannya terjun ke dunia politik.

Selain kartu keanggotaan dan artikel tentang keikutsertaannya di dalam partai Buruh, ghost writer juga menemukan foto-foto Adam bersama rekan-rekan kuliahnya sewaktu di Universitas Cambrige. Terekam di dalam salah satu foto tersebut, di antaranya ialah sosok Paul Emmet. Lalu, ghost writer pun menyelidiki ada hubungan apa di antara Paul Emmet dan Adam Lang. Meski awal mulanya tidak ada faktor kesengajaan. Ya, niat awal ghost writer ialah balik ke hotel dengan menggunakan mobil yang bisa dipakai McAra. Namun, sepanjang perjalanan sistem GPS (Global Positioning System) pada mobil malah membawa ghost writer menuju ke arah kediaman salah satu professor Universitas Harvard, yaitu Paul Emmet (yang diperankan oleh Tom Wilkinson). Penyelidikan sang ghost writer pun dimulai. Ya, mau tidak mau, ghost writer pun harus melakukan investigasi meski hanya untuk menulis sebuah biografi saja.

Ketika ghost writer menanyakan kedekatan yang terjalin di antara Paul Emmet dan Adam Lang, Paul Emmet terlihat sangat tertutup dan terlalu banyak kebohongan. Sayangnya, usai pertemuan ghost writer dan Paul Emmet, ghost writer dibuntuti dan dikejar oleh orang-orang suruhan Paul Emmett. Upaya pengejaran itu tidak berhasil, lantaran ghost writer mencoba untuk mengelabui dan menghilangkan jejaknya dari orang-orang suruhan Paul Emmett. Meskipun orang-orang itu mengejar ghost writer hingga ke pelabuhan, tetapi ia tidak kehilangan akal untuk menyelamatkan diri. Saat itu juga, ghost writer sadar bahwa McAra kemungkinan besar dibunuh oleh Paul Emmett setelah McAra mendatangi rumah Paul Emmet.

Saat ghost writer mulai merasa aman untuk berlindung, ia mencoba untuk menghubungi nomor telepon yang tertera di balik foto Paul Emmet dan Adam. Nomor telepon yang ditulis oleh McAra tersebut membawa ghost writer untuk menghubungi dan bertemu Richard Rycart (yang diperankan oleh Robert Pugh). Fyi, Richard Rycart adalah salah satu staf yang dipecat oleh Adam Lang dan juga membantu McAra pada waktu menyusun biografi.

Sembari menunggu pertemuannya dengan Richard Rycart, ghost writer mencoba untuk meneliti melalui internet tentang sosok Paul Emmet. Ternyata hasil penemuannya, Paul Emmet merupakan bagian dari CIA di saat tahun pertama kali Adam Lang memutuskan untuk menjadi politikus. Artinya, Adam Lang terjun ke dunia politik karena diajak oleh Paul Emmett yang juga bernaung di badan intelijen Amerika Serikat, apalagi kalau bukan CIA. Mulai terlihat kan bagaimana politikus Inggris tersebut juga dipengaruhi oleh Amerika?

Tak lama setelah menemukan fakta-fakta mengenai Paul Emmett di CIA melalui internet, ghost writer dijemput Richard Rycart. Richard Rycart sempat memberitahukan pada ghost write tentang jawaban misteri yang ditemukan oleh McAra. Katanya, "not all of it, just the beginning. There's something very important about it". Artinya, semua tertulis pada permulaan dan ada sesuatu yang sangat penting di sana. Itulah yang dikatakan oleh McAra kepada Richard Rycart dan diberitahukan kembali kepada ghost writer.

Ruth dan Paul Emmett

Sejak ditemukannya fakta mengenai Paul Emmet dan Adam Lang, pikiran kita akan selalu fokus pada dua sosok tersebut dan melupakan sosok lainnya, seperti Ruth. Ya, hingga pertengahan film berlangsung, Ruth tampaknya semakin terlupakan oleh pikiran kita bahwa sebenarnya ia memiliki peran penting dalam karier politik Adam Lang. Hingga akhirnya sampai di tengah-tengah film, Adam Lang ditembak oleh salah seorang demostran saat baru saja turun dari pesawat bersama para staf termasuk ghost writer. Adam Lang meninggal begitu saja di lokasi penembakan.


Sepeninggalnya mantan perdana menteri Inggris tersebut, buku biografi Adam Lang pun diterbitkan. Saat berlangsungnya peluncuran buku biografi Adam Lang, Ghost writer datang secara diam-diam bersama asisten pribadi Adam Lang, yaitu Amelia Bly (yang diperankan oleh Kim Cattrall dengan sangat berbeda). Ya, ghost writer datang secara diam-diam, mengingat ia adalah penulis bayangan yang sebenarnya tidak perlu untuk diketahui keberadaannya. Sebab, jika seorang penulis bayangan datang ke acara peluncuran buku yang ditulisnya, maka hal ini memalukan bagi ghost writer.

Selama acara berlangsung, ghost writer melihat Ruth sedang berbincang akrab dengan Paul Emmet. Setelah bertanya dengan Amelia Bly tentang mengapa Ruth dan Paul Emmet dekat, ternyata Paul Emmet adalah salah satu dosen pembimbing Ruth sewaktu kuliah S2 di Universitas Harvard. Lagi-lagi, ghost writer teringat kembali tentang jawaban misteri yang ditemukan McAra dalam buku biografi Adam Lang. Melalui ucapan Amelia Bly bahwa semuanya tertera ada di dalam bagian permulaan. Misteri pun terpecahkan. Kita pun tahu mengapa McAra dibunuh, siapa yang membunuh McAra, mengapa Adam Lang tertarik untuk terjun ke dunia politik, dan siapa yang mengajak Adam Lang untuk menjadi politikus. Semuanya terjawab melalui susunan kata berikut, "Langs wife, Ruth, was recruited by Paul Emmett, as a major in CIA".

Satu hal yang saya pikirkan adalah kematian Adam Lang yang sia-sia karena ia tidak tahu apa yang hendak disampaikan oleh kedua penulis bayangannya melalui buku biografi dirinya. Tetapi, secara menyeluruh, film ini dikemas dengan baik hingga bagian akhir film yang tak terbayangkan sebelumnya. Akting para pemain dan skenario cerita yang digambarkan sangat rapi dan sangat baik. A highly recommended movie for those who loves watching political thriller movie.

Sunday, 24 October 2010

The Cutest Mom-Daughter Couple!

I found an article about Katie Holmes and his daughter two days ago. I found this article and photo from popsugar.com. Suri Cruise, the daughter of Tom Cruise and Katie Holmes, was spotted in L.A. When Katie was working for her new movie, Suri came to that spot to see what her mother did there. Look at two photos below.. and you'll agree with me that they are the cutest mom-daughter couple!

Katie wore a red checkered shirt, a black legging, and mary jane flat shoes. While Suri wore a simple white blue dress plus added with gray sneakers. How casual they were. Based on two photos above, the look of Katie-Suri seemed so casual, but they were stunning! :)

Wednesday, 20 October 2010

I LOVE ANIMALS SO MUCH

" Kita harus menyayangi hewan, apapun hewan itu, karena hewan juga ciptaan Tuhan dan mereka punya hak hidup "- my dad.

Those words above were said by my father to me and my sister. Since I was kid, maybe 3 years or 4 years old, me and my sister have been taught about animal by our father. His words are always be our reminder to do not something bad with the animals around us. He always teaches us how to care with animals from the tiniest one to the biggest one.

You know what the effect from his words for me? When I was kid, I often used to follow and to observe the habit of ANT! Yep, ANT! Oh, please, I hope you, my readers, will not to laugh at me while reading this. I love ant. I used to be curious about what ant will do next. I used to like following ant. I used to like observing the activities of ant every day! Is it a nerd and a weird routinity? My father said NO. He said my unusual routinity was good at that time. My grandpa added that my daily routinity could be good for my knowledge. Additionally, my grandfather, who taken care of me, supported me to do observing the activities of ant.


In the backyard, I used to observe in every hole where ants must be there. After school, I used to go to the backyard to see what they do. After having lunch or dinner, I even used to share a bit of food to those ants! Sooooo funny, hah? The most thing I love from ants is they live communally. In other words, they always work together for their groups, especially gathering the food. Unfortunately, my father didn't capture any photos of me together with ants. By photos, I need a real evidence to support me that I ever was the biggest fan of ants. hehehe.

Well, that's a bit unknown fact from me. None of my friends knows this fact. Only my family do know this. I can say that ant is unique animal yet so cute! Besides ant, I found other odd animals but they are too cute not to be loved. I found them on National Geographic. Thank you dad, you always remind us not to miss all their programs about animal life. Here they are..


Aardvarks, Orycteropus afer, only can be found in Southern Africa

As you see that animal above, it seems like kangaroo and pig, doesn't it? Aardvarks seems like a kangaroo because of its tail. And it seems like a pig because of its longer nose than the real pig. Oh, one more thing, it seems like rabbit, look at its ears! so cute!


Black-Footed Ferrets, mustela nigripes

Unfortunately, the population of black-footed ferrets is getting more declined now. I read from National Geographic that the protection status is endangered.. :(

They look like strange but so cuteee, don't they? Keep preserving our animals for a better habitat! :)

Anyway, all photos are taken from National Geographic.

Tuesday, 19 October 2010

Coffee and Chocolate

click the image to make it larger

I renewed and edited my bio on twitter yesterday. I said there, " I used to love drinking coffee, but now, seriously, I don't love drinking coffee ". Anymore. I'd rather choose a cup of hot chocolate than a cup of coffee. Why does this change happen to me? And since when did I start not to consume caffeine in coffee?

When I was in senior high school, I was influenced by the habit of my father, exactly by consuming caffeine in coffee. My father is the most active smoker and coffee drinker in his whole life. Coffee and cigarette look like his best friend forever. When he needs an idea to come, he starts smoking and drinking a coffee. When he starts writing, he takes cigarette and coffee. Like, nothing else, except them.

Okay, back to the main person of this writing, me. I saw coffee as good as chocolate. As I take a sip of coffee, it gives me an relaxing feeling, so does chocolate. Since I was in senior high school, I started to love drinking a cup of coffee. I'd rather m
ade a strongly instant coffee to drink most of the time. So that, I felt enjoy and enjoyed the moment while I was having a cup of either originally black coffee or mix coffee. Most of the time, I used to prefer enjoying many variety of coffee, such as cappucino, espresso, hazelnut coffee, coffee latte, and even instant coffee. I used to drink a cup of coffee in every morning, every noon, and every night. It means I used to drink at least three times a day. At that time, I haven't felt any bad effects from coffee. I only felt positive effect, a relaxing moment, after sipping a cup of coffee.

Nevertheless, as t
he time goes by, I became addicted to any coffee! Unlike others, who haven't been influenced by bad effect from drinking coffee, I had been feeling that my heart always beats so fast. Unluckily me, I'm not the one who fits with coffee, due to my heart's condition. Or perhaps, this relates to my low blood pressure. I always feel scared when the beat of my heart is getting faster, after drinking a cup of original black coffee or mix coffee. This makes me worry about bad effect to my health. I felt worry about its health effect. After asking advise to other people, like doctor and my parents, I decided to stop drinking coffee no matter what condition I got. The conclusion is I'm not suitable to consume coffee. I'd prefer drinking a hot chocolate rather than a cup of coffee. And, I feel better after drinking a cup of hot chocolate.


Anyhow, drinking a cup of hot chocolate is more relaxing, more healthy, and more enjoyable than drinking a cup of coffee! :)




the image source

Thursday, 7 October 2010

Writing

writing is not only pouring the ideas into the words, but also it needs a well-established outline to be a good writing ( by me )

Thursday, 30 September 2010

Flintstone and childhood


Click the picture above to make it larger


This is what I found when I tried to search some references through google. I found FLINTSTONE as the main image of google. I love Flintstone. I love the story of Flintstone. I love watching Flintstone when I was a kid! And, I'm missing Flintstone and my childhood now..

"Yabba dabba doo!"

Tuesday, 14 September 2010

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H

When you look at your life, the greatest happinesses are family happinesses.
~Joyce Brothers


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H

Mohon Maaf Lahir dan Batin


Semoga kita semua bisa bertemu di bulan Ramadhan tahun selanjutnya, Amin.

Sunday, 5 September 2010

The New Society in New Media in The Era of Democracy

In the era of Democracy, we (as public) are able to smell something fresh in our beloved country, Indonesia. What things that able to make us feel fresh in the newest system like democracy? Those things are, freedom of giving opinion through any mass media and freedom of the press. As we know, we have been indoctrinated by the goverment during the era of New Order (in Indonesia : Orde Baru). We have been indoctrinated that the policies of government were always right. In addition, we have never been given a chance to give criticism about the government and the policies. Ironically, the government also controlled the flow of information from mass media. The controlling of information (through mass media) was managed by the Mr. Soeharto and Departemen Penerangan. At that time, the content of the news from mass media was controlled by Departemen Penerangan. Yep, most of the news that we widely accepted is about the triumph of their policies. We were scarcely given about the negative things of government and policies. After controlling this country for 32 years, public were united to resist by holding a huge of demonstrations in all over Indonesia. Many demonstrations were held by college students, activists, and politicians at every level of society. I still remember that many chaos happened in every demonstration. And finally, Soeharto took off his duty as the president of Indonesia and then he was substituted by Mr. BJ. Habibie. We continously entered the door of new era, called by Era Reformasi, from 1998 until now. In Era Reformasi, we are able to feel the fresh smell of Democracy. This is indicated from freedom of the press and freedom of giving opinion.

Freedom of the press and giving opinion

Literally, press is the fourth pillar in democracy. This fact can be proven from many mass media grow up gradually in the end of 1998-1999. Entering the new period of 2000, mass media started to give something critical and skeptical about the government and the policies. There are almost no revocation and domination of the press by the government. If there were a little bit of revocation or domination of the press, the news would still be appeared critically. I guarantee for this.

Why do the press grow up freely and critically? Because of the system in Democracy. Democracy has been pushing the society, the press, and the government, to think, to speak, and to act critically. This means freedom of giving opinion. Speaking of this, the rule of giving opinion has been written in pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945 and Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. That is why most of us are being more critical than most of us are in New Order. That is why many mass media are being more critical than mass media are in New Order. Moreover, we are able to show off our critical thinking through mass media. As Juergen Habermas said that mass media always will be the public sphere for public either in a democracy country or a non-democracy country. Yup, mass media always will be the watchdog of government and the public sphere for the society. Yet, mass media (newspaper, magazine, television, and radio) shall face and follow the flow of globalization, this includes how mass media could adapt with the improvement of technology in order to provide a lot of empty spheres for the society, due to the role of mass media as a public sphere.


The exist of social media networking sites

As a matter of fact, we all were faced by the improvement of technology during the 21st century. We aren't able to avoid any improvements of technology, especially for technology communication, e.g. internet, blackberry, Ipad, and many more. The improvement of technology communication brings the society all over the world to get closer with informations. The improvement of technology communication brings the society all over the world to keep updated and to keep connected with informations. And one thing for sure, the improvement of technology communication brings the society all over the world to react and to criticize either any kinds of policy or any kinds of government.

One easiest way that how we use the technology communication for giving critisism is by using the internet. By using the internet, we are able to talk, discuss, and share about what we thought. Moreover, currently, we find many free facilities (through the internet) to post our critical thinking. Those free facilities are called by social media networking sites. How many social media networking sites that have been provided for us? Social media networking sites are getting many more and more, such as facebook, twitter, multiply, and any sorts of. Can you imagine that how many people in the world use all those social media networking sites in every day? I think, almost all humans in the world use social media networking sites to support their life needs, especially in terms of our right to get information as many as possible.

The civilization of human has already changed. Human needs the improvement of technology communication to support their life. Human needs the internet to make their life more efficiency and more practical. Human needs social media networking sites to describe about what they thought into the words. One thing, for sure, Human believes that social media networking sites have fully strength to change the world. In social media networking sites, human are united to be – what we called by – mass society or public. Therefore, public comes recently as the new society in the new media.


According to the passage above, the new society has emerged which accompanied by social media networking sites as the new media. The new media has unexpected characteristics and unexpected functions in every aspect of life. One of unexpected characteristics is critical public. The more critical our society, the more loudly we speak, through social media sites. The more loudly we speak, the more changes we get. Besides an unexpected characteristic, the new media also produced unexpected functions. An unexpected function will always be appearing in the changes of mass media, including the exist of social media networking sites. Like two concepts that given by Robert K. Merton (one of sociologist), these two concepts are manifest function and latent function. Manifest function is an expected function that arise from the change. Whereas, latent function is an unexpected function that arise from the change.


One of unexpected functions is many policies had been canceled because of our voices and our opinions in the new media. This means, sometimes we need talking too much on every social media networking sites, because mass media will help to highlight our voices to the government. And many policies had been canceled because of our voices on social media networking sites. Guys, do you still remember about Bibit-Chandra’s Case? Prita Mulyasari’s Case? Dana Aspirasi’s Case? these facts show that our voices (on social media networking sites) will be giving much influences to the making process of any policies. The example cases (such as Bibit-Chandra’s Case, Prita Mulyasari’s Case, and Dana Aspirasi’s Case) describe how the new society can change and refuse either the government or the policies through social media networking sites. By giving voices on social media networking sites, we don't judge the government negatively, we only express voice of the voiceless.

Friday, 20 August 2010

People who always be called with FRIENDS

From : thoughtquestions.com

I only have few friends who can be trusted and trust with me :)

Thursday, 5 August 2010

Si Fotografer yang Perlu Diasah

Saya sudah berniat untuk mengasah kemampuan fotografi saya saat berlibur ke dua pulau, yakni pulau Bali dan pulau Sumbawa. Sayangnya, foto-foto yang sukses hanya bisa dihitung dengan jari. Sementara, kebanyakan foto yang di-upload ke facebook adalah sebagian besar hasil jepretan adik yang lebih mahir ketimbang saya. Saya memang butuh ketekunan dan kesabaran yang lebih banyak untuk belajar fotografi. Beginilah hasilnya..


Saya ingin menghasilkan foto siluet, tapi kali ini gagal.





Niatnya, saya ingin mempraktekkan teknik freezing, tapi apa daya, kurang fokus dan kurang pakai perasaan atau hati saat memotret.



Ini satu-satunya yang berhasil

Mari belajar fotografi!

Namanya, Bima

Pernah dengar Bima? Hmm.. Mungkin kalian terlalu sering mendengar Bali, Lombok, Papua, Makassar, ya kan? Kalaupun ada sering mendengar, pastilah kalian tau pasti bahwa Bima merupakan salah satu kota yang terletak di Pulau Sumbawa pada Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Jauh? Hmm.. Cukup jauh, karena kalau kita terbang pakai pesawat, tentu harus transit di Bali, kemudian melanjutkan perjalanan selama satu jam untuk sampai di bandara Sultan Muhammad Salahuddin, kota Bima. Mari saya ajak kalian untuk mengenal sedikit lebih dalam mengenai kota Bima, bukan kabupaten Bima.

Letak Geografis Bima

Kota Bima terletak di bagian timur Pulau Sumbawa pada posisi 118°41'00"-118°48'00" Bujur Timur dan 8°20'00"-8°30'00" Lintang Selatan. Keterangan ini saya ambil dari wikipedia, lantaran saya tidak tahu persis letak geografis kampung halaman ayah ini. Ya, dikarenakan posisi kota Bima berada di bagian timur, alhasil batas-batas wilayah kota Bima adalah sebagai berikut:

1. Bagian utara, kota Bima berbatasan dengan Kecamatan Ambalawi dan Kabupaten Bima;

2. Bagian selatan, kota Bima berbatasan dengan Kecamatan Palibelo dan Kabupaten Bima;

3. Bagian barat, kota Bima berbatasan langsung dengan teluk Bima;

4. Bagian timur, kota Bima berbatasan dengan Kecamatan Wawo dan Kabupaten Bima.

Dilihat dari wilayah-wilayah yang membatasinya, kota Bima juga memiliki keuntungan lainnya, yakni posisinya berbatasan langsung dengan teluk Bima. Akibatnya, ia dikelilingi oleh laut dan pantai.

Penggunaan Bahasa Bima

"Bahasa Bima itu tidak bisa ditulis dan hanya bisa diungkapkan", begitulah penuturan ayah saya mengenai bahasa Bima. Kalaupun bahasa Bima ditulis, akan menghasilkan makna yang berbeda, atau biasa kita sebut dengan kesalahpahaman. Mengapa bisa terjadi seperti ini? Seperti saya pernah jelaskan pada blog saya (perihal materi-materi kuliah) bahwa bahasa merupakan hasil dari kesepakatan-kesepakatan manusia dalam bersosialiasi.

"Dilihat dari fungsinya, bahasa merupakan alat yang dimiliki bersama untuk mengungkapkan gagasan (socially shared), karena bahasa hanya dapat dipahami apabila ada kesepakatan di antara anggota-anggota kelompok sosial untuk menggunakannya. Bahasa diungkapkan dengan kata-kata dan kata-kata tersebut sering diberi arti arbiter (semaunya)", kutipan ini diambil dari bukunya Deddy Mulyana yang berjudul Komunikasi AntarBudaya.

Artinya, wajar saja apabila bahasa Bima dituliskan, maka tak jarang menimbulkan kesalahpahaman makna, lantaran kebanyakan masyarakat Bima menggunakannya secara lisan. Misalnya saja, penulisan nama salah satu penganan khas Bima yang tepat, yakni Pangaha Punga, terkadang ada orang-orang yang menuliskannya menjadi Pangaha Bunga, sehingga maknanya pun akan berbeda. Oleh sebab itu, bahasa Bima lebih baik dan lebih sering diucapkan ketimbang dituliskan.

Uniknya, di dalam bahasa Bima, ada sebuah kosakata yang memiliki beraneka macam makna dan bisa digunakan pengucapannya dalam situasi yang berbeda-beda pula. Contohnya, Kalembo Ade, satu-satunya kosakata yang seringkali diucapkan oleh masyarakat Bima untuk berbagai macam makna. Salah dua makna dari Kalembo Ade ialah "sabar ya" dan "maaf saya tidak bisa membantu".

Penganan Khas Bima

Meskipun kota kecil, tetapi cita rasa kue-kue khas Bima tidak kalah lezatnya. Jikalau kalian mampir ke kota Bima, janganlah lupa untuk mencicipi penganan khas Bima, seperti Bingka Dolu (rasa gula merah dan pandan), Kahangga, Pangaha Punga, Buras, dan sebagainya.



Kue Buras (foto ini diambil oleh saya sendiri)


Kahangga (foto ini diambil oleh adik saya)



Pangaha Punga
(foto ini diambil oleh adik saya)



Bingka Dolu rasa pandan (foto ini diambil oleh adik saya)

Selain kue-kue kering dan basah, Bima juga terkenal akan madu asli dan bandeng presto khas Bima. Madunya tidak terlalu manis. Bandeng presto khas Bima juga tidak menggunakan sambal terasi. Karena, ada beberapa sambal khas Bima yang biasa dinikmati oleh masyarakat kota Bima, di antaranya adalah Sambal Doco Tomat dan Sambal Dungga. Rasa kedua sambal itu asam. Terlebih lagi, Sambal Doco Tomat yang terkadang menggunakan mangga muda di dalamnya. Hmm.. bisa dibayangkan betapa asamnya, bukan?



Bandeng presto khas Bima (foto ini diambil oleh saya sendiri)



Sambal Doco Tomat tanpa mangga (foto ini diambil oleh saya sendiri)


Tempat Wisata di Bima

Bima juga tidak kalah menariknya dengan Bali atau Lombok. Karena, Bima dikelilingi oleh laut dan memiliki banyak pantai yang masih perawan. Mengapa saya simpulkan pantai yang masih perawan? Sebab, beberapa pantai tersebut masih asli dengan air yang jenih dan pasir yang putih bersih serta belum adanya investor baik lokal maupun asing yang menyentuh pantai-pantai tersebut. Beberapa pantai yang masih perawan di Bima adalah pantai Kalaki, pantai Wera, pantai Sape, dan masih banyak lagi yang belum saya kunjungi.



Pasir Kalaki (foto ini diambil oleh adik saya)


Laut Kalaki (foto ini diambil oleh adik saya)


Pantai Sape (foto ini diambil sepupu saya, Tya, sewaktu ia berkunjung ke sana)


Buah Tangan dan Transportasi khas Bima

Jikalau kalian ingin membeli cinderamata khas Bima, kalian bisa membeli songket Bima yang bermotifkan bunga, geometri, dan didukung dengan sentuhan berbagai macam warna yang cantik. Walaupun songket Bima memiliki ragam motif yang sedikit, namun apabila kalian penggemar songket-songket dari berbagai daerah di Indonesia, tidak ada salahnya songket Bima dijadikan sebagai salah satu koleksi kalian.

Selain songket, terdapat pula mutiara sebagai salah satu budidaya yang diunggulkan dari Bima. Bima memang salah satu daerah penghasil mutiara terbaik di Indonesia. Namun, ketika kita hendak membeli mutiara dan songket Bima, ada baiknya kita ditemani warga asli Bima agar dapat mengetahui dan memilih kualitas yang baik dengan harga yang terjangkau.

Berbicara mengenai transportasi, Bima masih mengandalkan transportasi tradisionalnya, terutama benhur dan bemo. Pertama, bemo itu mirip angkot di Jakarta, tarifnya juga kurang lebih sama, dan hanya saja para supir bemo selalu mendendangkan musik dangdut keras-keras, jadi bersabarlah bagi kalian yang tidak biasa. Kedua, benhur merupakan transportasi sejenis andong, seperti di Jakarta. Ya, Benhur adalah kendaraan umum dengan menggunakan tenaga kuda dan masih digunakan oleh kebanyakan masyarakat Bima. Di Jakarta ada andong, di Jogja ada dokar, di Lombok ada cidomo, di Bima ada benhur, dan Indonesia memang kaya akan bahasa.

Akan tetapi, satu hal yang membuat hati saya sedih adalah semakin merajalelanya ojek sebagai salah satu transportasi masyarakat Bima. Di samping kelebihannya sebagai akomodasi yang tercepat dan murah, ojek dapat menjangkau jauh atau tidaknya baik kota Bima maupun kabupaten Bima. Jadi, wajar saja tingkat polusi udara di Bima semakin meningkat, oleh karena debu-debu yang tak terhindarkan.

Satu hal lagi yang perlu dicatat, janganlah kalian mencari Mall atau any other modern retail minimarkets, karena Bima masih sangat mengandalkan sisi tradisional mereka. Dan jangan mencari fast food restaurant, meskipun sayangnya, Bima kecolongan satu produk fast food yang mendirikan cabangnya di salah satu sudut kota Bima. Mudah-mudahan tidak akan ada lagi. Amin.

Jadi, tunggu apalagi? Silahkan berkunjung ke Bima dan ditunggu kedatangan kalian! :)

Tuesday, 3 August 2010

Dyane, Si Serba Salah

Dia seorang pengajar tidak tetap di sebuah universitas. Dia seorang berjenis kelamin perempuan yang akan bertambah umurnya di bulan Agustus ini. Perempuan yang hobinya membaca buku itu, entah apapun itu jenis bukunya, tidak cantik dan tidak pintar. Lebih tepatnya, menurut penuturan teman-temannya, dia biasa-biasa saja. Ya, biasanya orang memberikan level biasa-biasa saja dikarenakan tidak adanya sesuatu yang unik atau spesial pada sesuatu atau seseorang. So plain and flat, huh?

Namun, hidupnya tidak sedatar yang dibayangkan. Fluktuatif. Ibarat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tidak selalu stabil, melainkan naik turun atau fluktuatif. Perempuan ini senang sekali menggambarkan bahwa my life is flat, fluctuate yet. Sebut saja nama perempuan ini, Putri Dyane Rajnamitha. Dia lebih senang dipanggil Dyane, ketimbang Putri, alasannya nama panggilan Putri sudah terlalu jamak dan terlalu pasaran.

Seperti yang telah diceritakan sepenggal di atas tadi, hidup Dyane fluktuatif. Hidupnya fluktuatif sejak dia tahu bahwa dirinya bukan anak sembarang orang biasa. Dia sadar bahwa dia berasal dan dilahirkan dari orang bukan biasa, tetapi orang yang terlalu spesial. Dia sadar bahwa dirinya adalah putri seorang politikus senior di negeri yang tengah berkembang ini. Lucunya, hal ini baru ia sadari ketika dirinya menginjakkan kakinya di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Artinya, dia betul-betul sadar seberapa penting peranan ayahnya di negeri ini dan seberapa besar cobaan yang akan ia hadapi selama ia masih hidup.

Sebenarnya Dyane sendiri tidak terlalu suka bahwa ia seorang putri politikus. Oke, bukan bermaksud tidak bersyukur, akan tetapi kenyataan ini terkadang menambah beban yang ada di punggung Dyane. Mau tidak mau, Dyane harus menerima kenyataan pahit ini. Mengapa Dyane mengatakan bahwa hal tersebut adalah kenyataan pahit? Hal ini lantaran ia harus siap menjadi contoh yang baik dan membawa nama baik ayah ibunya di lingkungan masyarakat.



Dyane feels her life look like the waves in the sea

Sebagai putri tertua di keluarganya dan putri politikus, ia sadar betul bahwa ia harus memberikan contoh yang baik kepada adiknya khususnya, dan kepada lingkungan masyarakat umumnya. Tak jarang, selama hidupnya, ia melakukan kesalahan sebagaimana yang dilakukan oleh para remaja lainnya. Tak jarang pula, Dyane dihadapkan pada berbagai terpaan masalah, dan masalah-masalah tersebut tentunya berkaitan dengan posisinya sebagai putri sang politikus.

Terpaan masalah-masalah yang datang beraneka macam bentuk dan sifatnya. Misalnya saja, masalah beberapa teman yang secara gamblang iri dengan kehidupan Dyane. Ya, Alhamdulillah, kehidupan Dyane lebih dari cukup baik secara materiil maupun nonmateriil. Secara nonmateriil, Dyane sangat bersyukur, sebab ia berasal dari dua kultur yang berbeda, yakni Sunda dan Bima. Ditambah lagi bahwa masing-masing kakek dari ayah dan ibunya juga merupakan tokoh masyarakat pada eranya dan pada bidangnya tersendiri. Dyane hanya bisa mengucapkan syukur Alhamdulillah atas nikmat-Nya lantaran dilahirkan dari dua keluarga besar terpandang di daerahnya masing-masing .

Akibatnya, Dyane terkadang merasa serba salah, jikalau ia mengundang teman-temannya untuk berkunjung ke rumahnya atau bahkan menginap di kampung halamannya. Dyane terkadang bingung, mengapa ada beberapa temannya yang iri kepadanya. Padahal, perempuan polos ini tidak punya apa-apa, selain keluarga. Berbicara tentang keluarga, Dyane tidak pernah lupa atas pesan moral yang ia dapatkan dari sebuah sinetron, Keluarga Cemara, yang selalu berprinsip bahwa keluarga adalah harta yang paling terindah melebihi emas atau berlian sekalipun.

Jeleknya Dyane, ia teramat polos. Saking polosnya, terkadang ia tidak bisa membedakan mana teman yang benar-benar tulus dan mana teman yang hanya memanfaatkan dirinya untuk kepentingan tertentu. Sehingga, dalam hal kisah asmara, Dyane selalu gagal menemukan lelaki yang baik dan tulus kepada dirinya. Maka dari itu, Dyane pun berjanji untuk tidak gegabah mencari atau dicarikan lelaki, karena menurutnya hal itu menjadi prioritas paling terakhir di dalam hidupnya.

Terkadang Dyane juga bertanya dalam hati, 'apa yang dicemburui oleh beberapa temanku dari diriku? toh, aku tidak punya apa-apa, sementara kehidupan beberapa temanku itu jauh lebih baik dibandingkan diriku'.

Dyane juga selalu berbicara pada dirinya, 'mengapa orang-orang itu harus iri? bukankah Tuhan sudah menciptakan garis hidup pada masing-masing manusia secara adil? Ah, tidak adil rasanya memiliki musuh, karena aku tidak suka'.

Atau pada situasi lain, ketika neneknya memberikan buah tangan berupa penganan khas daerah asal ibunya, dan parahnya sang nenek, entah lupa atau kehabisan stok, tidak membagikan penganan tersebut kepada sepupu-sepupunya Dyane. Dengan kata lain, hanya ia dan adik perempuan satu-satunya, Canista, yang mendapat penganan khas tersebut. Lebih parahnya lagi, ketika para sepupu dan uwaknya mengetahui keberadaan oleh-oleh spesial untuk Dyane serta Canista, mereka pun (para sepupu dan uwaknya) langsung merujuk, membujuk, dan tentu saja protes pada sang nenek. Dyane pun menjadi serba salah dalam keadaan seperti itu, apalagi ketika para sepupunya dan uwaknya iri dengan perlakuan khusus sang nenek terhadap dirinya. Malang benar nasib kau, Dyane, selalu dicemburui oleh orang-orang.

Tidak hanya dicemburui oleh beberapa temannya dan beberapa sanak saudaranya, tetapi juga dengan beberapa orang di luar sana yang tidak suka dengan keharmonisan rumah tangga ayah ibunya, atau bahkan saingan sang ayah di dunia politikus. Tidak jarang keluarga Dyane mendapat hibah yang tidak menyenangkan, yakni teror. Siapa yang suka teror? Pasti, tidak ada satu pun yang suka teror di dunia ini. Sang ayah seringkali kecolongan teror, mulai dari pesan singkat melalui telepon genggam sampai dengan kebocoran ban mobil yang dilakukan secara sengaja oleh seseorang. Atau misalnya saja, ada orang yang ingin menjatuhkan karir ayahandanya dengan menyebarkan sisi-sisi negatifnya kepada masyarakat. Kalau sudah begini, Dyane tak jarang berpikir, 'aku lebih baik jadi masyarakat biasa dan bukan siapa-siapa, maaf Tuhan kalau aku tidak bersyukur'.

Begitulah kisah hidup Dyane yang teramat simple, tetapi fluktuatif dan selalu serba salah. Jadi, apa yang perlu dicemburui dari kehidupan Dyane?

Sunday, 21 March 2010

a complaining post

I realize that everybody has their problems. I realize that everybody has difficulty level on their problems. I know that I have to be strong, tough, and mature to face all shit things in my life. I know that I shouldn't have to complain for every problem that comes to my life. I know that I have to be thankful for everything from Allah. For million times, there's only one thing that I want to do, I want to share all my thoughts, I want to complain all my shit things, I want to ask all my questions, and I want to be listened by someone either with my best friends or my another family member. All I need is someone or anyone who wants to listen my sad songs. All I need is sharing with someone or anyone who wants to listen my trashy sad stories. I'm not a drama queen. I never hope that I would find a happiness like in a romantic tale story. I never hope that my life would be wonderful like every princess in the world. I never hope that my life would be a happy ending story like cinderella. Dear Allah, I want to live with simple living, even though there would be many problems, at least I want to be listened by anyone who wants to listen my trashy sad stories.

Wednesday, 17 March 2010

Hello life! Hello problems!

Life, I have bravery to struggle with all problems

Life, I have a big confidence to solve all problems

Life, I have a big heart to deal with all problems

Life, I have a strong body to face all problems

Life, I have a masculinity inside of my femininity to meet with all problems


This photo is taken from my dad's folder, he was seeing sunset in Kaimana, Papua

Life, I have a powerful soul to stand and give a sincere smile to all problems

Life, I have a cheerful smile to say "hello" to all problems

Life, I have a great laugh to laugh to all problems

Life, I have great friends to accompany me and to be my shoulder to find out the solution from all problems

Life, I have Allah SWT to help me out from all problems

This post is dedicated for everyone who has problem and never feel tired to face all problems.. :)

Tuesday, 16 March 2010

A letter to my sister

To my beloved sister,
Since we were kid, I've believed that we would build a good friendship like all people do with their sister or brother.
Since we were kid, I've promised with myself to protect you from crimes and dangers in my whole life.
Since we were kid, I've told to myself that I would be a good sister and a role model for you.


I'm sure, no matter how big the storm hit either you or our family, you would stand up with your own feet.
I'm sure, no matter how big the rock hit either you or our family, you would say : "I'm still strong".
I'm sure, no matter how big the storm hit either you or our family, you would prove that you are fine as much as you can.
I'm sure, no matter how big the rock hit either you or our family, you would keep smiling, laughing, and also doing something fun yet useful.




This afternoon, I saw you that you couldn't stop laughing with me and our parents..
This afternoon, I saw you that you couldn't stop smiling to anyone around you..

This afternoon, I saw you that you couldn't stop eating something delicious..
This afternoon, I saw you that you couldn't stop acting very spoiled to us..
This afternoon, I saw you that you couldn't stop playing Scrabble with me..
This afternoon, I saw you that you didn't want to miss any seconds or any minutes with us.. This afternoon, I saw you that you didn't let me to be the winner at Scrabble.. (hehehe)

Well, this is not a poem, this is only what's on my mind, and this is my thought at this time.. Anyway, selamat merayakan hari Nyepi bagi para bloggers yang merayakannya! Always be peaceful with love!

Friday, 12 March 2010

Hidup = abstrak, rumit, dan indah

Hidup itu memang abstrak.
Abstrak karena kita selalu berhadapan dengan berbagai pertanyaan.
Abstrak karena kita terkadang belum mendapatkan jawaban atas berbagai pertanyaan yang ada.
Abstrak karena semuanya masih abu-abu.
Abstrak karena kita belum mendapatkan kejelasan dan kepastian tentang apa sih hidup itu dan apa tujuannya?.


foto ini dibuat oleh fanny

Hidup itu memang rumit.
Rumit karena kita selalu menghadapi masalah.
Rumit karena masalah yang datang tidak hanya satu, tetapi dua atau bahkan lebih dari dua.
Rumit karena kita selalu berhadapan dengan pilihan.
Rumit karena ketika kita sudah memutuskan sebuah pilihan, maka kita harus menerima segala konsekuensinya, baik dan buruk.

Hidup itu pada akhirnya akan indah.
Indah karena kita telah mengetahui jawaban atas semua pertanyaan.
Indah karena kita telah menerima jawaban tersebut dengan lapang dada dan ikhlas.
Indah karena kita bisa lulus melewati segala macam masalah dengan tenang dan pikiran dingin.
Indah karena kita bisa memutuskan sesuatu hal dengan segala konsekuensinya.
Indah karena kita selalu tegar dan sabar dalam menjalankan hidup.
Indah karena kita selalu memberi kepada orang lain.
Indah karena kita selalu meminta perlindungan kepada Allah SWT.


foto ini diambil oleh fanny

Friday, 5 March 2010

He's Just Not That Into You

"Girls are taught a lot of stuff growing up. If a guy punches you he likes you. Never try to trim your own bangs and someday you will meet a wonderful guy and get your very own happy ending. Every movie we see, Every story we're told implores us to wait for it, the third act twist, the unexpected declaration of love, the exception to the rule. But sometimes we're so focused on finding our happy ending we don't learn how to read the signs. How to tell from the ones who want us and the ones who don't, the ones who will stay and the ones who will leave. And maybe a happy ending doesn't include a guy, maybe... it's you, on your own, picking up the pieces and starting over, freeing yourself up for something better in the future. Maybe the happy ending is... just... moving on. Or maybe the happy ending is this, knowing after all the unreturned phone calls, broken-hearts, through the blunders and misread signals, through all the pain and embarrassment you never gave up hope.." --- by Gigi

The passage above is a quote which is taken from He's Just Not That Into You. This quote is given by Gigi after she won the game of love with Alex, and she became his exception. I never feel bored to see every scene in that movie for million times. He's Just Not That Into You is a good with movie with suprising plot, stories, and ideas about love. We're all taught not only about the definition of love, but also how to play the game of love, including who will be the role and who will be the exception of its game. This movie knows what men want and what women want. I'm sure you guys have watched this movie, haven't you? I don't mean to recommend, but it's another side of myself to show off how great the movie is.

Sunday, 21 February 2010

a great short conversation

I had a great short conversation last night with someone. Here is..

Me : I never imagine when I will be married by someone, because I don't want marry with
someone early. I have to consider all things, not only love to share with someone, but also
our thought, vision, mission, money, and many others. I'm not ready at all for a marriage.

Him: Me too, i've to finish my study, insya Allah next year. And then, I've to look for a job, I
should have much money to propose someone. I don't want to marry someone if I still
still don't have any money. We have to live logically and realistic, not in a dream. In the
past, I used to play in every day, now I didn't want to play anymore. Because I'm getting
older and i want to be the leader in my family.

Actually, there are many topics that we talked about last night. And what I wrote above is the best part conversation that I love. Anyway, nice to meet you, nice to talk with you! :)

Saturday, 13 February 2010

a bit touch editing

1) Karin, Didiet, and me sat in front of gold bullion at Museum Bank Indonesia














2) Dodi and Didiet photographed themselves














3) Hanum had a bowl of frozen yoghurt yesterday




















4) Froyo as our snack in yesterday evening
















5) My parents were photographed by my sister















Recently, I'm interested in editing photos by using adobe photoshop. I don't know why I love editing photos by now. I'm not an expert of photography like my little sister. Fanny, my little sister, is very good at taking pictures and editing photos. I'm proud of her. I do love being a photographer, even though all my photos are not good as hers. I also love being an object who will be captured by the camera. Well, talking about my new interest, i want to show all the photos which has been edited by myself. Leave your comment, please!