Showing posts with label love story. Show all posts
Showing posts with label love story. Show all posts

Sunday, 13 October 2013

Pertemuan itu

Tujuh belas agustus dua ribu tiga belas.

Sabtu malam.

Pertemuan itu tidak sengaja dan tidak kita rencanakan saat itu. kita berkenalan seperti layaknya dua insan bertemu untuk pertama kalinya. Yang aku tahu malam itu adalah malam di mana aku tertarik padamu. malam di mana cerita ini bermula..

esok harinya kamu menyapaku melalui pesan singkat. pesan singkat pertama yang tak pernah aku lupakan, "hei..". entah mengapa aku langsung tahu bahwa itu pesan singkat darimu, meski kamu bahkan tidak menanyakan nomor telepon genggamku pada malam itu. ya, meski kamu tidak menanyakan nomor telepon genggamku, aku yakin pertemuan singkat malam itu meninggalkan kesan baik di antara kita.

Seminggu kemudian.

kamu sudah berdiri tepat di hadapanku. nyata. kamu ada di sini. kamu rela datang menghampiriku di Bekasi. Aku pun senang. Senang bukan kepalang. setelah pertemuan sabtu malam lalu, kamu mencoba masuk ke dalam kehidupanku. masuk dengan membawa rangkaian kata-kata yang kamu kirimkan setiap pagi, siang, dan malam hari. hingga akhirnya ada pertemuan yang kita rencanakan. ya, hari ini. hari ini kamu dan aku mencoba untuk saling mengenal satu sama lain.

seminggu kemudian.

kamu masih sama. masih menyapaku dengan rangkaian kata-kata yang kamu kirimkan setiap pagi, siang, dan malam hari. bahkan, kamu mencoba untuk mendengarkan suaraku tiap malam. janji untuk bertemu pun dilontarkan kembali dari mulut kamu. pertemuan kedua dengan rasa yang sama dan cara yang berbeda. namun, caramu menunjukkan ketertarikanmu padaku masih manis. perbincangan pun semakin berkembang.

seminggu kemudian

kamu memintaku untuk menemani mencari kado ulang tahun adikmu. kamu bahkan memintaku untuk memilih kadonya. sepatu putih cantik dengan pita dihiasi batu pun menjadi pilihanku sebagai kado ulang tahun adikmu. kamu pun setuju dengan pilihanku. aku pun senang. senang karena kamu membiarkan diriku masuk ke dalam kehidupan keluargamu. hal kecil namun berarti untukku.

seminggu kemudian

kamu meneleponku dan bercerita rumah kakekmu mengalami musibah kemalingan. kamu pun menempatkanku sebagai seorang pendengar dari ceritamu. lagi, aku pun senang. senang karena kamu menempatkan aku menjadi salah satu pendengar masalahmu. senang karena kamu menempatkan aku bahwa kamu butuh aku sebagai teman cerita.

seminggu kemudian

intensitas sapaan darimu mulai berkurang. berkurang hingga kamu menghilang. menghilang hingga membuatku panik. panik karena takut akan kehilangan dirimu. panik karena takut aku akan kecewa. panik karena takut aku hanya bertepuk sebelah tangan. panik karena takut aku gagal jatuh cinta untuk yang kesekian kalinya. panik karena takut semua yang kamu lakukan untukku tidak lebih dari hanya rasa penasaran kamu terhadapku setelah pertemuan singkat malam itu. panik karena takut aku hanya bermimpi. bermimpi tentang seorang laki-laki yang datang menghampiriku membawa cinta.

dua minggu sudah kamu tidak menyapaku. meski kamu sempat beralasan dengan alasan klise yang menjelaskan kenapa kamu menghilang. namun aku tahu bahwa kamu memang tidak ingin menyapaku kembali. meski kamu sempat mengajakku untuk pertemuan selanjutnya. namun rasanya semesta tidak menginginkan pertemuan selanjutnya itu ada.

 hei, kamu.. terima kasih telah mengajarkan padaku bagaimana seluk beluk seorang laki-laki. terima kasih telah mengajarkan padaku mana laki-laki yang serius dan mana yang tidak serius. terima kasih telah memberiku kecewa. terima kasih telah memberiku kegagalan jatuh cinta untuk kesekian kalinya. karena, paling tidak aku bisa berdiri kembali untuk membuka hati bagi laki-laki yang mencoba membawakanku cinta

Sunday, 23 June 2013

Saya Jatuh Cinta!

Saya jatuh cinta dengan Gili Trawangan




Saya jatuh cinta dengan persahabatan kami




Saya jatuh cinta dengan Pantai Kuta, Lombok


Saya pun semakin jatuh cinta dengan Indonesia. Gak sabar untuk trip selanjutnya di dalam negeri ;)

Wednesday, 27 February 2013

Aku, Tuhan, dan Kamu

Aku tidak pernah berharap bertemu kamu lagi seperti ini. Tapi selama bertahun-tahun kita putus komunikasi, aku pernah sesekali menanyakan di mana dirimu pada Tuhan. Tuhan pun mengabulkan dan memberi jawaban atas pertanyaanku pada-Nya, kita bertemu lagi dan berkomunikasi kembali.

Sunday, 4 November 2012

Again, I hate being left by someone

Lagi, gue kehilangan. Kali ini gue kehilangan seseorang yang dekat sekali dengan kehidupan gue. Dia adalah Mbak Asih. Mbak Asih adalah asisten rumah tangga yang sudah bekerja di rumah gue selama kurang lebih 17 tahun. Anyway, gue gak suka pakai kata 'pembantu' karena rasanya sebutan itu tidaklah pantas mengingat she's not only servant or maid for us, but she's much more precious to be a part of our family, so I'd like to say 'Mbak' and pretend her as my sister, not my servant or maid.


Mencari seseorang seperti Mbak Asih tidaklah mudah. Singkat cerita setelah berganti-ganti asisten rumah tangga, kami sekeluarga dipertemukan dengan Mbak Asih. Mbak Asih pun mulai bekerja di rumah gue saat gw berumur 8 tahun. Awalnya dia bekerja bersama kakaknya, Mbak Ul, di rumah gue. Namun, karena mbak Ul harus menikah, jadilah mbak Asih kemudian membawa adiknya, Mbak Mul bekerja. Artinya, sejak gue berumur 8 tahun hingga gw sudah mencapai seperempat abad, Mbak Asih tetap dengan setianya bekerja di rumah gue. Bagi kami, mbak Asih is too precious for us. Dia bekerja melebihi kapasitasnya sebagai asisten rumah tangga. Melebihi kapasitas di sini maksudnya adalah she also plays role as a sister and a 'mother' for me and my sister at home for years.


Mbak Asih (kiri) dan Mbak Mul (kanan)




Ketika nyokap bokap gue belum pulang kantor atau harus bertugas ke luar kota bahkan ke luar negeri selama berhari-hari, Mbak Asih lah yang senantiasa berperan sebagai kakak kami, 'ibu kedua' kami (this doesn't mean I ignore my mom as the real mother), dan sahabat kami. Selain mengerjakan pekerjaan rumah, Mbak Asih dengan sigapnya membantu kami belajar, mendengarkan curhatan kami, memberikan  kami nasihat, dan tak pernah henti-hentinya mengingatkan kami untuk shalat agar selalu ingat kepada Allah SWT. This been running for a dozen years. Hati kami pun terpaut satu sama lain. Mbak Asih selalu ada untuk kami, begitupun sebaliknya. Kami selalu ada untuk memberikan hiburan dan menyenangkan hati bagi Mbak Asih mulai dari hal-hal kecil seperti menonton DVD bareng di rumah, pergi ke bioskop bareng, dan liburan ke luar kota bersama. Terlalu begitu banyak kenangan bersama Mbak Asih dan kami sekeluarga tahu that she has a big heart for us and we also have a big heart for her. Because of this, rasanya terlalu berat jikalau kami ditinggal Mbak Asih untuk menikah dan tidak bekerja lagi di rumah kami.


Ya, hari ini pun tiba. Hari di mana kami harus ikhlas melepaskan Mbak Asih yang sudah memutuskan akan menikah dalam waktu dekat dan tidak lagi kembali ke rumah kami. Kami tahu bahwa kami harus siap dengan situasi ini. Namun, pada kenyataannya kami harus menerima bahwa Mbak Asih terlalu berharga untuk kami lepaskan. Mbak Asih selalu punya cinta dan kasih sayang untuk kami. Kami sekeluarga pun punya cinta dan kasih sayang untuk Mbak Asih. As I ever told you on my previous post, Again, I hate being left by someone (who close to my life)


"Ya Allah, hamba mohon berikanlah kebahagiaan sebanyak-banyaknya kepada Mbak Asih sekeluarga dan keluarga barunya kelak. Ya Allah, hamba mohon berikanlah kasih-Mu dan cinta-Mu kepada Mbak Asih melebihi apa yang bisa kami berikan kepadanya selama bertahun-tahun. Ya Allah, hamba mohon lindungilah Mbak Asih selalu dalam setiap langkahnya, amin". - doa kakak.

Mbak Asih, kakak berterima kasih sama Mbak untuk segalanya yang mbak berikan kepada kakak dan adek. Thanks for the love, thanks for the laughs, thanks for the cry, thanks for the advise, thanks for the thoughts, thanks for the shoulder. Mbak Asih, you're one of the best people who colors my life. I love you, I still love you, I've been loving you, and I'm gonna miss you so much.

With a huge love from my heart,

Kakak.

Saturday, 13 October 2012

Somewhere only we know

He's not on my list, simpul Una dalam hati.

Itulah kesimpulannya setelah Una menghabiskan waktu bersama Darwin selama kurang lebih dua jam di Burger King, Pondok Kelapa. Terlalu cepat menyimpulkan? rasanya tidak. tapi menurut sahabat Una, Angra, dia terlalu cepat menyimpulkan setelah perbincangan ngalor ngidul dalam waktu dua jam tadi malam. Entahlah. Yang jelas, menurut Una, he's not on my list.

"Kenapa na? kenapa lo bisa bilang bahwa lo belum 'klik' sama dia?"

"Ang, mas Darwin itu masih egois. Egois sama dirinya sendiri. Apalagi, untuk seumuran dia, tapi sayangnya masih egois, Ang. Gimana mau berbagi waktu sama istri dan anaknya nanti? Rasanya gak mungkin lah gw bisa sama dia,"

"Una Khairunnisa, lo gak boleh menyimpulkan terlalu cepat kayak gini. waktu lo sama mas Darwin gak hanya tadi malam. Masih banyak waktu untuk saling mengenal. Masih banyak waktu untuk melihat mas Darwin berubah untuk menjadi tidak egois,"

Tapi rasanya tidak mungkin Darwin itu bisa jadi sosok kepala rumah tangga yang baik. Selain egois, dia masih suka nongkrong sana-sini. Padahal sosok yang dibutuhkan Una untuk menjadi seorang suami adalah tipikal family man dan imam yang baik. Meski Darwin itu tiga tahun lebih tua dari Una, tapi dia bukan family man yang Una idamkan.

Ya, sudah satu tahun tujuh bulan Una mengenal sosok Darwin Putranto sebagai rekan kerja di consumer loan department salah satu bank asing di Jakarta. Una pun sebenarnya capek untuk hangout setelah lembur empat jam bersama ibu Marinka, Darwin, dan pak Dhanu. Namun, entah mengapa Una menganggukan tanda setuju setelah Darwin meminta Una menemani dirinya pergi makan malam.



Oh simple thing where have you gone?
I'm getting old and I need something to rely on
So tell me when you're gonna let me in
I'm getting tired and I need somewhere to begin


Somewhere only we know - Keane

Sunday, 16 September 2012

picture of you

Saat itu, entah kenapa kuputuskan untuk mengirim surat elektronik ke kamu. Surat elektronik yang isinya puluhan kata yang terangkum menjadi beberapa paragraf yang secara sederhananya menuju pada kesimpulan : Aku punya perasaan ke kamu setelah tujuh tahun belakangan ini kita menjadi sahabat. Aku berpikir surat elektronik itu menye-menye sekali, karena entah atas dasar apa aku (pada akhirnya) mengungkapkan melalui surat elektronik tersebut. 

 Terlihat jelas send button di monitor komputerku saat itu. Entah sedang waras atau tidak, aku arahkan kursor menuju send button. Surat elektronik menye-menye pun berhasil terkirim kepadamu. Sebagian batinku merasakan senang tiada taranya. Sebagian lagi batinku merasakan was-was. Ya, meski katanya kita sahabat, aku pun merasa was-was. Was-was karena takut kamu marah atau lebih parahnya lagi kamu hanya menganggapku sebagai sahabat. 

Aku pun keluar dari ruang surat elektronikku dan langsung menyetel lagu Picture of You-nya Boyzone.

You will be there
When I needed somebody
You will be there
The only one could help me

I had a picture of you in my mind
Never knew it could be so wrong
Why'd it take me so long just to find?
The friend that was there all along

Monday, 27 February 2012

Kita semua sayang Aki

Seminggu yang lalu, saat dalam perjalanan pulang dari kantor ke rumah, gue dikasih kabar melalui Blackberry Messenger oleh Nyokap kalo Aki (bahasa sundanya kakek) tidak sadarkan diri dan gue refleks berdoa supaya Aki masih dikasih umur panjang. Tapi sesampainya gue di rumah, gue justru mendapat kabar kalo Aki sudah berpulang ke Rahmatullah. Malam itu juga, gue beserta nyokap bokap berangkat ke Bandung.



Ya, Aki, kakek kami tercinta, telah meninggalkan kami untuk selama-lamanya dalam usia ke - 97. Sembilan puluh tujuh, usianya. Bukan perkara mudah untuk mencapai usia seperti Aki. Sudahlah, gue gak ada maksud untuk membicarakan usia Aki yang panjang.

Gue bersyukur masih bisa kenal Aki sampai umur gue hampir seperempat abad. Karena, gue belum sempat mengenal kakek Muma (ayah dari papa) di Bima, jadi gue senang sekali bisa memiliki Aki yang tiada kalah hebatnya dengan kakek Muma. Yes, for me, Aki is another great grandpa (besides kakek Muma).

Bagi gue, Aki is another role model (selain kakek muma beserta nyokap bokap gue). Aki itu sosok yang penyayang. sayang sekali dengan anak, cucu, bahkan cicitnya. Aki tidak pernah membeda-bedakan anak, cucu, cicit, bahkan para menantu di dalam keluarga Wastukencana. Tulusnya cinta dan kasih sayang Aki begitu terasa kepada kami. Begitu juga dengan kami, para turunannya, sangat menyayangi dan mencintai Aki sepenuhnya. saking banyaknya orang yang menyayangi Aki, rumahmu selalu didatangi tamu pelayat, Ki. Terlalu banyak orang yang datang mulai dari hari meninggalmu sampai hari ketujuh ini.

Selain sifat penyayang, kami belajar silaturahmi darimu, Ki. Darimu, kami belajar agar senantiasa menjaga tali silaturahmi mulai dari keluarga, sanak saudara, rekan kerja, bahkan orang-orang yang memiliki strata rendah. Ya, Aki merangkul semua orang untuk bertukar pikiran. Dengan cara itulah Aki bersilaturahmi. Silaturahmi yang telah Aki lakukan selama kurang lebih 8 dekade terbukti dari banyaknya orang yang mendatangi pemakamanmu hingga pengajianmu..

Ah, Aki, Engkau terlalu begitu dicintai oleh kami dan juga Allah SWT. we miss you already. Aki, thanks for the advices, thanks for thoughts, thanks for your love, thanks for the laughs, thanks for everything you already gave to your extended family here. Love you, Aki. :')

Thursday, 2 February 2012

My Simple Wish

God, this is my simple wish..

Dear my future husband, I don't need you to propose me in front of a lot of people. I don't need you to propose me in a luxury restaurant with the most beautiful view. I don't need you to propose me by giving me the most expensive ring with elegant design. I don't need you to propose me by bringing me too much red roses. I don't need you to propose me by any pages of poetry.



the picture was from here

Dear my future husband, I need you to propose me through my father by coming to my house gentlely and ask him for being my partner of life. I wish he would like to propose me by seeing and asking through my father. Amin.

Good night, bloggers! :)

Saturday, 29 January 2011

A Meaningful Lyric

To my mom and my dad,

Andai aku t'lah dewasa
Apa yang 'kan kukatakan
Untukmu idolaku tersayang
Ayah... Oh...

Andai usiaku berubah
Kubalas cintamu bunda
Pelitaku, penerang jiwaku
Dalam setiap waktu

Oh... Kutahu kau berharap dalam doamu
Kutahu kau berjaga dalam langkahku
Kutahu s'lalu cinta dalam senyummu
Oh Tuhan, Kau kupinta bahagiakan mereka sepertiku

Andai aku t'lah dewasa
Ingin aku persembahkan
Semurni cintamu, setulus kasih sayangmu
Kau s'lalu kucinta

Andai usiaku berubah
Kubalas cintamu bunda
Pelitaku, penerang jiwaku
Dalam setiap waktu

Oh... Kutahu kau berharap dalam doamu
Kutahu kau berjaga dalam langkahku
Kutahu s'lalu cinta dalam senyummu
Oh Tuhan, Kau kupinta bahagiakan mereka sepertiku

Andai aku t'lah dewasa
Ingin aku persembahkan
Semurni cintamu, setulus kasih sayangmu
Kau s'lalu kucinta


with lots of love,

kakak.

note : lirik ini diambil dari salah satu lagu yang pernah dinyanyikan oleh Sherina. You all might have listened to this song when you were kids. :)

Thursday, 2 July 2009

Hate that I love you

Hey, everyone! It's already on July! yeay, i'm so glad to welcome this month!

But, i'm missing my boy out there, really, i'm missing him now. Have I told you before about my ex-boyfriend?
He was my classmate in campus, He's also my best friend in campus, even though our relationship has already broken up, but, we're still having a good relationship and friendship until now. We're still connect each other, everyday, everyweek, and everymonth. Lately, i feel i don't want to let him go from my life, so does he.

Really.
It seems to be very hard to get him off.
It seems to be very hard for us to have someone new.
It seems to be very hard to have a new relationship with another people.

He's still finishing his thesis, fyi, he's trying to keep focus on thesis until this month. I haven't met him since three weeks ago, he told me that he wanted to finish his last assigment, then we could spend much time together. I hope he's doing okay with his thesis, I hope he could finish his thesis in this month, so he would have the judgement day immediately, and I hope he'll text me again for giving me a good news. Yaa, I can't wait to hear another good news from him, because i'm missing him already and I hate that I love him so. You know, like a part of lyric from Rihanna and Neyo..

And I hate how much I love you boy
I can't stand how much I need you
And I hate how much I love you boy
But I just can't let you go
And I hate that I love you so (Hate that I love you)

Or maybe like the lyric from Jason Mraz featuring Colbie which is titled "Lucky".. Indeed, our friendship becomes a good relationship..

I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Lucky we're in love every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday

I feel so lucky that I'm in love with my best friend, yup, my best friend is my boyfriend!

Friday, 22 May 2009

Mama adalah hadiah terindah

Saya sedang rindu dengan mama. Sedari dulu, mama dan papa selalu mendapatkan tugas penelitian di luar kota. Tetapi, saya dan adik saya sudah terbiasa ditinggalkan sejak waktu kecil oleh mereka untuk dalam jangka waktu yang lama. Namun, kali ini berbeda.

Mengapa saya bilang berbeda? Sebab, semalam saya mendapat kabar bahwa salah seorang tetangga deket rumah telah meninggal dunia, beliau adalah Ibu Didi. Ketika jenazah Ibu Didi tiba di kediamannya, saya melihat anak bungsunya, Nur, sedang menangis terisak-isak dan hampir pingsan. Saya sedih sekali melihat kejadian semalam. Nur tentunya sangat terpukul dengan kepergiaan sosok ibu yang telah merawatnya sejak lahir. Ibu Didi adalah sosok ibu yang sangat baik dan perhatian untuk anak-anaknya, begitu juga dengan keempat anaknya, termasuk Nur. Saya berdoa semoga amal ibadah Ibu Didi diterima oleh Allah SWT dan mendapatkan tempat terbaik disisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan kesabaran yang luar biasa untuk menghadapinya. Amien..

Kemudian, saya teringat wajah mama. Sejak semalam saya memikirkan mama yang sedang penelitian di Surabaya. Saya kangen. Rindu. Saya tidak mau kehilangan beliau. Walaupun, saya tahu bahwa suatu saat nanti saya harus siap jika Allah SWT memanggil orang yang teramat saya cintai.

Bagi saya dan keluarga, mama merupakan sosok yang selalu bisa melakukan apa saja tanpa pernah menyerah atau putus asa. Mama selalu bisa diandalkan pada setiap detik, menit, jam, hari, dan bahkan rela tak tidur untuk menemani anak-anak serta papa yang sedang sakit. Mama, cepat pulang ya, anakmu ini akan wisuda pada hari rabu nanti.

"Ya Allah, keluarga adalah hadiah terindah di dalam hidupku, termasuk Mama. Terima kasih atas hadiah terindah yang telah Engkau berikan kepadaku"

Tuesday, 5 May 2009

It's been almost for two years

Judul postingan kali ini memang sama persis dengan status update di akun facebook saya pada beberapa hari yang lalu. Saya tidak memikirkan dan mengatakan : "betapa sedihnya saya sebagai jomblo selama dua tahun". Absolutely NOT! Predikat jomblo pernah dipegang oleh saya dalam kurun waktu lebih dari 3 tahun, so, it doesn't seem to be hard to face and let this life moves as usual. Sejujurnya, saya cuma merasa membutuhkan seseorang yang bisa dijadikan partner, kakak, sahabat, dan musuh saya dalam berargumen. I need someone to discuss everything in every way, I need someone to give all his thought for me, I need someone to debate everything from any different point of views, I need someone to give the best comfortable hug, I need someone to cheer me up in everyday. Am i normal? I think I'm normal, hey, everywomen absolutely needs a boy/man/husband to support each of those life, dosen't it? For a while, I thought that I'm worrying too much because of my age turns to be older in every year. But, I'm not hoping too much. It sounds silly, doesn't it? Yeaa, I have been a single for almost two years.. Ok, I have to wait someone out there to become my shoulder in the whole life.

note: semoga tulisan ini tidak terlihat cengeng

Monday, 30 March 2009

kangen

Akhir-akhir ini saya memang jarang keluar rumah (baca: jalan-jalan dengan sahabat-sahabat). Bukan karena saya malas, tetapi saya sempat sakit selama beberapa hari, kemudian disibukkan dengan urusan skripsi, dan juga alasan terakhir, yaitu keluarga.

Jadinya, hampir setiap hari saya bercengkerama dengan teman-teman di luar sana melalui facebook. Honestly, I really miss all my best friends in campus. I know, time has changed, and the situation also changed. At this time, all of my friends are having busy days with their work and their thesis. It means that we can't meet each other and we only communicate by phone/sms/facebook. The problem is: I really miss all my best friends in campus!

Ugh.. Saya benar-benar sedang berada di dalam situasi yang penuh dengan ketidakpastian. Maksud saya, saat di mana saya sedang menunggu sidang skripsi, tetapi saya juga tidak memiliki pekerjaan (baca: belum dapat ijazah). Ya, saya memang cuma bisa belajar dan menyiapkan presentasi untuk sidang skripsi - yang katanya - akan digelar minggu depan. Sembari belajar dan menyiapkan presentasi, saya juga tetap membuka account saya di facebook hampir setiap hari. The truth is: I'm totally desperate with this situation.

Hingga akhirnya, ketika saya sedang melakukan rutinitas browsing (baca: buka facebook), saya menemukan 1 friend request. Setelah saya buka, hm.. ternyata salah satu teman lama saat masa-masa SMA. He isn't one of my high school mates. His name is Edwin. I met him since we were classmates in english course. It has been almost 5 years we haven't met! Since then, he posted something in my wall and so did I. Sometimes, we chat together by facebook. It is caused by the long distance between us. Fyi, he is studying in UPN Yogyakarta now. The fact is: I'm suddenly missing him!

Well, he isn't my boyfriend, hehe, hm.. I ever crushed with him when we were taking english course in senior high and so did he. Yup, we already knew our feelings each other, but, we haven't changed this friendship into relationship, because of the very long distance between us. We only communicate by phone and facebook until now, owh..poor me! I'm so damn miss that guy! :)

note: if you miss someone out there, you only need to say that you miss him/her already! ;)

Saturday, 27 December 2008

A post-tag about : AWARD & MY LOVE STORY





"Happy Seven Award" "This appreciation is aimed for whoever still having lucky certain love relations, have millions memories and billions stories behind it. Possibly also had something's overturned of the date figure? Let us know what your unforgotten periods have!"

Rules:

1. Everyone who gets this award is obliged to write his/ her recent love story & these rules in his/ her new post.

2. Everyone who gets this award is obliged to tag 7 of his/ her friends who have a unique love story to be shared then they must do what he/ she does as well.

Notes on the award:

This award is under license of Cindy Perdana Computeria & Fediani Putri Andarini, so you must certify that you have the right to distribute & you do not violate the rules. Contact person(s): Cindy (candle)/ Fediani (hana)

I've got this post from Neno, hahaha, you never tired to tag your friend, hihihi.. By the way, Thank you!

I start the rules by telling my love story. My love story? I just realized I was being a single for almost a year. Hahaha. So I don't have any stories to tell. But, of course, I ever had someone who loves me so mad. Let me tell about HIM. He is one of good fellows in campus. We knew each other from first semester. Then, we made a relationship in the fifth semester.

Unfortunately, we couldn't continue our relationship for a longer time. We broke up on the second month. Second month? Yep, we only made that for two months. It was so boring and tiring. I never imagine this fact. For any reasons, I never regret with HIM. Because, he's just such a good fellow in my life, who tries to cheer me up. In fact, he tries to get closer with me. Finally, we are still keep in touch until now. Thank you for all the things you gave to me.

I'm tagging this post to Neriva, Nova, Karin, Ika, and my sister, Fanny. Never mind, please! hehehe