Showing posts with label abstract. Show all posts
Showing posts with label abstract. Show all posts

Tuesday, 8 April 2014

what a busy life!

hello blog!

kapan ya terakhir gue update blog ini? 23 Oktober 2013.. It was 6 months ago. hahaha, lama banget ya udah lama gak update blog ini. Well, gue mau cerita mengenai apa sih yang bikin gue sibuk banget akhir-akhir ini. here we go.

Kuliah (lagi)
tahun lalu, tepatnya, gue memutuskan untuk kuliah lagi. this is not soooo easy to decide. karena, ketika gue sudah memutuskan untuk kuliah lagi, maka gue sudah harus paham konsekuensinya. Pertama, ya jelas lah gue harus mengimbangi pikiran, otak, dan hati gue antara kerja dan kuliah S2. men, gak gampang ya ternyata menjalankan keduanya dengan seimbang. Seimbang bukan berarti gue kerja weekdays dan kuliah saat weekend. gak semudah itu, ternyata. ini semua tentang bagaimana gue bisa belajar manajemen waktu antara kerja, kuliah, istirahat, hangout sama temen-temen, dan waktu buat keluarga. Manajemen waktunya pun bisa dimulai dari hal kecil, misalnya gimana caranya gue bisa tetep produktif dan efisien dalam bekerja di kantor dari pagi sampai sore, namun malam harinya gue disibukkan dengan menyicil tugas kuliah. bagaimana caranya emosi gue juga terjaga saat gue bekerja dengan super hectic di kantor, namun gue akan menghadapi ujian pula di kampus. Bisa dibayangkan betapa hati dan otak gue bisa naik turun super cepat dalam waktu yg singkat? Kedua, tak lain dan tak bukan adalah masalah materi. Dikarenakan gue kuliah lagi dengan biaya sendiri dan mendapat bantuan pinjaman dari ortu, maka grafik pengeluaran dan pendapatan gue menjadi kacau. Tapi bersyukur sih masih bisa ada yang ditabung. Tapi tetep aja grafiknya sangatlah fluktuatif. Sampai pada akhirnya, oke gue memutuskan untuk mulai memangkas waktu dan uang aktifitas yang berbau hedonisme. bahkan gue udah berbulan-bulan gak menginjakkan kaki di bioskop loh. bahkan gue rela deh gak ngerencanain liburan indah dengan biaya sendiri. Ya kalo pun mau liburan sama keluarga aja, hehehehehehe, tipikal anak manja.

that's a little glimpse of my life recently! hidup gue akhir-akhir ini bisa dibilang kayak rollercoaster. mulai dari kerjaan yang makin menggila dan makin seru, belum lagi meeting to meeting, dan dinamika pekerjaannya. But, that's how life goes on, we can't do nothing unless we take action, pray, and face all the problems out there. believe me, what I'm doing right now is not something useless for the next 5 or even 10 years later, I believe Insya Allah I would have an amazing life in the next future. amin.

Sunday, 13 October 2013

Pertemuan itu

Tujuh belas agustus dua ribu tiga belas.

Sabtu malam.

Pertemuan itu tidak sengaja dan tidak kita rencanakan saat itu. kita berkenalan seperti layaknya dua insan bertemu untuk pertama kalinya. Yang aku tahu malam itu adalah malam di mana aku tertarik padamu. malam di mana cerita ini bermula..

esok harinya kamu menyapaku melalui pesan singkat. pesan singkat pertama yang tak pernah aku lupakan, "hei..". entah mengapa aku langsung tahu bahwa itu pesan singkat darimu, meski kamu bahkan tidak menanyakan nomor telepon genggamku pada malam itu. ya, meski kamu tidak menanyakan nomor telepon genggamku, aku yakin pertemuan singkat malam itu meninggalkan kesan baik di antara kita.

Seminggu kemudian.

kamu sudah berdiri tepat di hadapanku. nyata. kamu ada di sini. kamu rela datang menghampiriku di Bekasi. Aku pun senang. Senang bukan kepalang. setelah pertemuan sabtu malam lalu, kamu mencoba masuk ke dalam kehidupanku. masuk dengan membawa rangkaian kata-kata yang kamu kirimkan setiap pagi, siang, dan malam hari. hingga akhirnya ada pertemuan yang kita rencanakan. ya, hari ini. hari ini kamu dan aku mencoba untuk saling mengenal satu sama lain.

seminggu kemudian.

kamu masih sama. masih menyapaku dengan rangkaian kata-kata yang kamu kirimkan setiap pagi, siang, dan malam hari. bahkan, kamu mencoba untuk mendengarkan suaraku tiap malam. janji untuk bertemu pun dilontarkan kembali dari mulut kamu. pertemuan kedua dengan rasa yang sama dan cara yang berbeda. namun, caramu menunjukkan ketertarikanmu padaku masih manis. perbincangan pun semakin berkembang.

seminggu kemudian

kamu memintaku untuk menemani mencari kado ulang tahun adikmu. kamu bahkan memintaku untuk memilih kadonya. sepatu putih cantik dengan pita dihiasi batu pun menjadi pilihanku sebagai kado ulang tahun adikmu. kamu pun setuju dengan pilihanku. aku pun senang. senang karena kamu membiarkan diriku masuk ke dalam kehidupan keluargamu. hal kecil namun berarti untukku.

seminggu kemudian

kamu meneleponku dan bercerita rumah kakekmu mengalami musibah kemalingan. kamu pun menempatkanku sebagai seorang pendengar dari ceritamu. lagi, aku pun senang. senang karena kamu menempatkan aku menjadi salah satu pendengar masalahmu. senang karena kamu menempatkan aku bahwa kamu butuh aku sebagai teman cerita.

seminggu kemudian

intensitas sapaan darimu mulai berkurang. berkurang hingga kamu menghilang. menghilang hingga membuatku panik. panik karena takut akan kehilangan dirimu. panik karena takut aku akan kecewa. panik karena takut aku hanya bertepuk sebelah tangan. panik karena takut aku gagal jatuh cinta untuk yang kesekian kalinya. panik karena takut semua yang kamu lakukan untukku tidak lebih dari hanya rasa penasaran kamu terhadapku setelah pertemuan singkat malam itu. panik karena takut aku hanya bermimpi. bermimpi tentang seorang laki-laki yang datang menghampiriku membawa cinta.

dua minggu sudah kamu tidak menyapaku. meski kamu sempat beralasan dengan alasan klise yang menjelaskan kenapa kamu menghilang. namun aku tahu bahwa kamu memang tidak ingin menyapaku kembali. meski kamu sempat mengajakku untuk pertemuan selanjutnya. namun rasanya semesta tidak menginginkan pertemuan selanjutnya itu ada.

 hei, kamu.. terima kasih telah mengajarkan padaku bagaimana seluk beluk seorang laki-laki. terima kasih telah mengajarkan padaku mana laki-laki yang serius dan mana yang tidak serius. terima kasih telah memberiku kecewa. terima kasih telah memberiku kegagalan jatuh cinta untuk kesekian kalinya. karena, paling tidak aku bisa berdiri kembali untuk membuka hati bagi laki-laki yang mencoba membawakanku cinta

Wednesday, 27 February 2013

Aku, Tuhan, dan Kamu

Aku tidak pernah berharap bertemu kamu lagi seperti ini. Tapi selama bertahun-tahun kita putus komunikasi, aku pernah sesekali menanyakan di mana dirimu pada Tuhan. Tuhan pun mengabulkan dan memberi jawaban atas pertanyaanku pada-Nya, kita bertemu lagi dan berkomunikasi kembali.

Wednesday, 13 February 2013

Lukisan



 Tuhan membuat lukisan yang indah di pagi hari ini. Lukisan ciptaan-Nya bikin saya selalu ingat dengan Tuhan.

thanks ya Allah for giving me a very beautiful life :)

Wednesday, 12 December 2012

2013, suprise me pleasantly please!

2013 will be coming up few weeks later. Yes, it's December 2012 already. Here is what I wanna say..

As I did few years ago, I listed some wishes to be implemented for the upcoming year. For 2013, I haven't listed any wishes. This doesn't mean I don't have any wishes or plans for my life in the next year. I have a lot of plans. I have a lot of wishes. But, I don't want to write it down and to make a list of them. This doesn't mean I don't prepare myself well.

This means I want to face this life naturally. This means I want to walk away without plans. This means I don't need to run for life. This means I want to live freely, not to live with any kind of ambitious goals. And the last important thing, let Allah SWT arrange my life without any purposes from me, because I believe Allah SWT already set up my life with his best plans.

So, 2013, come over please! I really can't wait for any suprises from Allah in 2013.

Sunday, 2 December 2012

somehow..



Somehow.. I miss loving someone and being loved by someone..

Monday, 27 February 2012

Kita semua sayang Aki

Seminggu yang lalu, saat dalam perjalanan pulang dari kantor ke rumah, gue dikasih kabar melalui Blackberry Messenger oleh Nyokap kalo Aki (bahasa sundanya kakek) tidak sadarkan diri dan gue refleks berdoa supaya Aki masih dikasih umur panjang. Tapi sesampainya gue di rumah, gue justru mendapat kabar kalo Aki sudah berpulang ke Rahmatullah. Malam itu juga, gue beserta nyokap bokap berangkat ke Bandung.



Ya, Aki, kakek kami tercinta, telah meninggalkan kami untuk selama-lamanya dalam usia ke - 97. Sembilan puluh tujuh, usianya. Bukan perkara mudah untuk mencapai usia seperti Aki. Sudahlah, gue gak ada maksud untuk membicarakan usia Aki yang panjang.

Gue bersyukur masih bisa kenal Aki sampai umur gue hampir seperempat abad. Karena, gue belum sempat mengenal kakek Muma (ayah dari papa) di Bima, jadi gue senang sekali bisa memiliki Aki yang tiada kalah hebatnya dengan kakek Muma. Yes, for me, Aki is another great grandpa (besides kakek Muma).

Bagi gue, Aki is another role model (selain kakek muma beserta nyokap bokap gue). Aki itu sosok yang penyayang. sayang sekali dengan anak, cucu, bahkan cicitnya. Aki tidak pernah membeda-bedakan anak, cucu, cicit, bahkan para menantu di dalam keluarga Wastukencana. Tulusnya cinta dan kasih sayang Aki begitu terasa kepada kami. Begitu juga dengan kami, para turunannya, sangat menyayangi dan mencintai Aki sepenuhnya. saking banyaknya orang yang menyayangi Aki, rumahmu selalu didatangi tamu pelayat, Ki. Terlalu banyak orang yang datang mulai dari hari meninggalmu sampai hari ketujuh ini.

Selain sifat penyayang, kami belajar silaturahmi darimu, Ki. Darimu, kami belajar agar senantiasa menjaga tali silaturahmi mulai dari keluarga, sanak saudara, rekan kerja, bahkan orang-orang yang memiliki strata rendah. Ya, Aki merangkul semua orang untuk bertukar pikiran. Dengan cara itulah Aki bersilaturahmi. Silaturahmi yang telah Aki lakukan selama kurang lebih 8 dekade terbukti dari banyaknya orang yang mendatangi pemakamanmu hingga pengajianmu..

Ah, Aki, Engkau terlalu begitu dicintai oleh kami dan juga Allah SWT. we miss you already. Aki, thanks for the advices, thanks for thoughts, thanks for your love, thanks for the laughs, thanks for everything you already gave to your extended family here. Love you, Aki. :')

Thursday, 2 February 2012

My Simple Wish

God, this is my simple wish..

Dear my future husband, I don't need you to propose me in front of a lot of people. I don't need you to propose me in a luxury restaurant with the most beautiful view. I don't need you to propose me by giving me the most expensive ring with elegant design. I don't need you to propose me by bringing me too much red roses. I don't need you to propose me by any pages of poetry.



the picture was from here

Dear my future husband, I need you to propose me through my father by coming to my house gentlely and ask him for being my partner of life. I wish he would like to propose me by seeing and asking through my father. Amin.

Good night, bloggers! :)

Saturday, 22 October 2011

Feeling Grateful

helllooo blog. it's been two months that I haven't had anything to be posted in this blog. what kind of things should I post? when is the right time to post? I really have no idea. Really have no idea what things should I post here, cause, to be honest, my life has changed to be a super crazy life at office. my life turns to be sooooo busier than what I've done a year ago. This is really challenging. Thanks God for giving me a super crazy life, at least this makes me to be a well-organized and well-managed person.

Ok, now what? Is there any topics that could be told to you? Well, at this time, I really feel grateful for having a super crazy job, a newly super crazy life at office, and awesome office mates there. I totally have been having so much fun in everyday, though,it doesn't not always be fun, does it? at least, I can feel the joy!

Thanks God for giving me awesome things in every seconds I step in this great life! :)

Have a great weekend, fellas!

Monday, 15 August 2011

Undefined Feeling

This is what I called with Undefined feeling, since I've never been able to define what I think and what I feel.

Tuesday, 17 May 2011

I'm not that fuckin' perfect and yes, I'm a loser ;)

By reading few parts of lyric from Pink in her song, I'm really being inspired :

"The whole world's scared so I swallow the fear.
The only thing I should be drinking is an ice cold beer.
So cool in line, and we try try try, but we try too hard and it's a waste of my time.

Done looking for the critics, cause they're everywhere.
They dont like my jeans; they don't get my hair.
Exchange ourselves, and we do it all the time.
Why do we do that? Why do I do that?

Why do I do that?

Yeah, oh, oh baby, pretty baby
Pretty, pretty please, don't you ever, ever feel
Like you're less than fuckin' perfect.
" (Fuckin' Perfect - Pink)

Or another part of lyric from Glee makes me stronger to smile in everyday :

"Yeah, you may think that I'm a zero
But hey, everyone you wanna be probably started off like me
You may say that I'm a freak show (I don't care)
But hey, give it just a little time, I betcha gonna change your mind

All of the dirt you've been throwin' my way
It ain't so hard to take (That's right)
'Cause I know one day you'll be screamin' my name
And I'll just look away (That's right)

Just go ahead and hate on me and run your mouth (So everyone can hear)
Hit me with the worst you got and knock me down (Baby, I don't care)
Keep it up and soon enough you'll figure out
You wanna be, you wanna be
A loser like me! A loser like me!

Push me up against the locker
And hey, all I'll do is shake it off, and getcha back when I'm your boss
I'm not thinkin' 'bout you haters
'Cause hey, I could be a superstar, I'll see you when you wash my car
" (Loser Like Me - Glee)

So, have you guys had few songs to make you alive? Happy Vesak Day for bloggers who celebrate! :)

Saturday, 19 February 2011

Saturday, 29 January 2011

A Meaningful Lyric

To my mom and my dad,

Andai aku t'lah dewasa
Apa yang 'kan kukatakan
Untukmu idolaku tersayang
Ayah... Oh...

Andai usiaku berubah
Kubalas cintamu bunda
Pelitaku, penerang jiwaku
Dalam setiap waktu

Oh... Kutahu kau berharap dalam doamu
Kutahu kau berjaga dalam langkahku
Kutahu s'lalu cinta dalam senyummu
Oh Tuhan, Kau kupinta bahagiakan mereka sepertiku

Andai aku t'lah dewasa
Ingin aku persembahkan
Semurni cintamu, setulus kasih sayangmu
Kau s'lalu kucinta

Andai usiaku berubah
Kubalas cintamu bunda
Pelitaku, penerang jiwaku
Dalam setiap waktu

Oh... Kutahu kau berharap dalam doamu
Kutahu kau berjaga dalam langkahku
Kutahu s'lalu cinta dalam senyummu
Oh Tuhan, Kau kupinta bahagiakan mereka sepertiku

Andai aku t'lah dewasa
Ingin aku persembahkan
Semurni cintamu, setulus kasih sayangmu
Kau s'lalu kucinta


with lots of love,

kakak.

note : lirik ini diambil dari salah satu lagu yang pernah dinyanyikan oleh Sherina. You all might have listened to this song when you were kids. :)

Tuesday, 19 October 2010

Coffee and Chocolate

click the image to make it larger

I renewed and edited my bio on twitter yesterday. I said there, " I used to love drinking coffee, but now, seriously, I don't love drinking coffee ". Anymore. I'd rather choose a cup of hot chocolate than a cup of coffee. Why does this change happen to me? And since when did I start not to consume caffeine in coffee?

When I was in senior high school, I was influenced by the habit of my father, exactly by consuming caffeine in coffee. My father is the most active smoker and coffee drinker in his whole life. Coffee and cigarette look like his best friend forever. When he needs an idea to come, he starts smoking and drinking a coffee. When he starts writing, he takes cigarette and coffee. Like, nothing else, except them.

Okay, back to the main person of this writing, me. I saw coffee as good as chocolate. As I take a sip of coffee, it gives me an relaxing feeling, so does chocolate. Since I was in senior high school, I started to love drinking a cup of coffee. I'd rather m
ade a strongly instant coffee to drink most of the time. So that, I felt enjoy and enjoyed the moment while I was having a cup of either originally black coffee or mix coffee. Most of the time, I used to prefer enjoying many variety of coffee, such as cappucino, espresso, hazelnut coffee, coffee latte, and even instant coffee. I used to drink a cup of coffee in every morning, every noon, and every night. It means I used to drink at least three times a day. At that time, I haven't felt any bad effects from coffee. I only felt positive effect, a relaxing moment, after sipping a cup of coffee.

Nevertheless, as t
he time goes by, I became addicted to any coffee! Unlike others, who haven't been influenced by bad effect from drinking coffee, I had been feeling that my heart always beats so fast. Unluckily me, I'm not the one who fits with coffee, due to my heart's condition. Or perhaps, this relates to my low blood pressure. I always feel scared when the beat of my heart is getting faster, after drinking a cup of original black coffee or mix coffee. This makes me worry about bad effect to my health. I felt worry about its health effect. After asking advise to other people, like doctor and my parents, I decided to stop drinking coffee no matter what condition I got. The conclusion is I'm not suitable to consume coffee. I'd prefer drinking a hot chocolate rather than a cup of coffee. And, I feel better after drinking a cup of hot chocolate.


Anyhow, drinking a cup of hot chocolate is more relaxing, more healthy, and more enjoyable than drinking a cup of coffee! :)




the image source

Thursday, 7 October 2010

Writing

writing is not only pouring the ideas into the words, but also it needs a well-established outline to be a good writing ( by me )

Thursday, 30 September 2010

Flintstone and childhood


Click the picture above to make it larger


This is what I found when I tried to search some references through google. I found FLINTSTONE as the main image of google. I love Flintstone. I love the story of Flintstone. I love watching Flintstone when I was a kid! And, I'm missing Flintstone and my childhood now..

"Yabba dabba doo!"

Tuesday, 3 August 2010

Dyane, Si Serba Salah

Dia seorang pengajar tidak tetap di sebuah universitas. Dia seorang berjenis kelamin perempuan yang akan bertambah umurnya di bulan Agustus ini. Perempuan yang hobinya membaca buku itu, entah apapun itu jenis bukunya, tidak cantik dan tidak pintar. Lebih tepatnya, menurut penuturan teman-temannya, dia biasa-biasa saja. Ya, biasanya orang memberikan level biasa-biasa saja dikarenakan tidak adanya sesuatu yang unik atau spesial pada sesuatu atau seseorang. So plain and flat, huh?

Namun, hidupnya tidak sedatar yang dibayangkan. Fluktuatif. Ibarat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tidak selalu stabil, melainkan naik turun atau fluktuatif. Perempuan ini senang sekali menggambarkan bahwa my life is flat, fluctuate yet. Sebut saja nama perempuan ini, Putri Dyane Rajnamitha. Dia lebih senang dipanggil Dyane, ketimbang Putri, alasannya nama panggilan Putri sudah terlalu jamak dan terlalu pasaran.

Seperti yang telah diceritakan sepenggal di atas tadi, hidup Dyane fluktuatif. Hidupnya fluktuatif sejak dia tahu bahwa dirinya bukan anak sembarang orang biasa. Dia sadar bahwa dia berasal dan dilahirkan dari orang bukan biasa, tetapi orang yang terlalu spesial. Dia sadar bahwa dirinya adalah putri seorang politikus senior di negeri yang tengah berkembang ini. Lucunya, hal ini baru ia sadari ketika dirinya menginjakkan kakinya di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Artinya, dia betul-betul sadar seberapa penting peranan ayahnya di negeri ini dan seberapa besar cobaan yang akan ia hadapi selama ia masih hidup.

Sebenarnya Dyane sendiri tidak terlalu suka bahwa ia seorang putri politikus. Oke, bukan bermaksud tidak bersyukur, akan tetapi kenyataan ini terkadang menambah beban yang ada di punggung Dyane. Mau tidak mau, Dyane harus menerima kenyataan pahit ini. Mengapa Dyane mengatakan bahwa hal tersebut adalah kenyataan pahit? Hal ini lantaran ia harus siap menjadi contoh yang baik dan membawa nama baik ayah ibunya di lingkungan masyarakat.



Dyane feels her life look like the waves in the sea

Sebagai putri tertua di keluarganya dan putri politikus, ia sadar betul bahwa ia harus memberikan contoh yang baik kepada adiknya khususnya, dan kepada lingkungan masyarakat umumnya. Tak jarang, selama hidupnya, ia melakukan kesalahan sebagaimana yang dilakukan oleh para remaja lainnya. Tak jarang pula, Dyane dihadapkan pada berbagai terpaan masalah, dan masalah-masalah tersebut tentunya berkaitan dengan posisinya sebagai putri sang politikus.

Terpaan masalah-masalah yang datang beraneka macam bentuk dan sifatnya. Misalnya saja, masalah beberapa teman yang secara gamblang iri dengan kehidupan Dyane. Ya, Alhamdulillah, kehidupan Dyane lebih dari cukup baik secara materiil maupun nonmateriil. Secara nonmateriil, Dyane sangat bersyukur, sebab ia berasal dari dua kultur yang berbeda, yakni Sunda dan Bima. Ditambah lagi bahwa masing-masing kakek dari ayah dan ibunya juga merupakan tokoh masyarakat pada eranya dan pada bidangnya tersendiri. Dyane hanya bisa mengucapkan syukur Alhamdulillah atas nikmat-Nya lantaran dilahirkan dari dua keluarga besar terpandang di daerahnya masing-masing .

Akibatnya, Dyane terkadang merasa serba salah, jikalau ia mengundang teman-temannya untuk berkunjung ke rumahnya atau bahkan menginap di kampung halamannya. Dyane terkadang bingung, mengapa ada beberapa temannya yang iri kepadanya. Padahal, perempuan polos ini tidak punya apa-apa, selain keluarga. Berbicara tentang keluarga, Dyane tidak pernah lupa atas pesan moral yang ia dapatkan dari sebuah sinetron, Keluarga Cemara, yang selalu berprinsip bahwa keluarga adalah harta yang paling terindah melebihi emas atau berlian sekalipun.

Jeleknya Dyane, ia teramat polos. Saking polosnya, terkadang ia tidak bisa membedakan mana teman yang benar-benar tulus dan mana teman yang hanya memanfaatkan dirinya untuk kepentingan tertentu. Sehingga, dalam hal kisah asmara, Dyane selalu gagal menemukan lelaki yang baik dan tulus kepada dirinya. Maka dari itu, Dyane pun berjanji untuk tidak gegabah mencari atau dicarikan lelaki, karena menurutnya hal itu menjadi prioritas paling terakhir di dalam hidupnya.

Terkadang Dyane juga bertanya dalam hati, 'apa yang dicemburui oleh beberapa temanku dari diriku? toh, aku tidak punya apa-apa, sementara kehidupan beberapa temanku itu jauh lebih baik dibandingkan diriku'.

Dyane juga selalu berbicara pada dirinya, 'mengapa orang-orang itu harus iri? bukankah Tuhan sudah menciptakan garis hidup pada masing-masing manusia secara adil? Ah, tidak adil rasanya memiliki musuh, karena aku tidak suka'.

Atau pada situasi lain, ketika neneknya memberikan buah tangan berupa penganan khas daerah asal ibunya, dan parahnya sang nenek, entah lupa atau kehabisan stok, tidak membagikan penganan tersebut kepada sepupu-sepupunya Dyane. Dengan kata lain, hanya ia dan adik perempuan satu-satunya, Canista, yang mendapat penganan khas tersebut. Lebih parahnya lagi, ketika para sepupu dan uwaknya mengetahui keberadaan oleh-oleh spesial untuk Dyane serta Canista, mereka pun (para sepupu dan uwaknya) langsung merujuk, membujuk, dan tentu saja protes pada sang nenek. Dyane pun menjadi serba salah dalam keadaan seperti itu, apalagi ketika para sepupunya dan uwaknya iri dengan perlakuan khusus sang nenek terhadap dirinya. Malang benar nasib kau, Dyane, selalu dicemburui oleh orang-orang.

Tidak hanya dicemburui oleh beberapa temannya dan beberapa sanak saudaranya, tetapi juga dengan beberapa orang di luar sana yang tidak suka dengan keharmonisan rumah tangga ayah ibunya, atau bahkan saingan sang ayah di dunia politikus. Tidak jarang keluarga Dyane mendapat hibah yang tidak menyenangkan, yakni teror. Siapa yang suka teror? Pasti, tidak ada satu pun yang suka teror di dunia ini. Sang ayah seringkali kecolongan teror, mulai dari pesan singkat melalui telepon genggam sampai dengan kebocoran ban mobil yang dilakukan secara sengaja oleh seseorang. Atau misalnya saja, ada orang yang ingin menjatuhkan karir ayahandanya dengan menyebarkan sisi-sisi negatifnya kepada masyarakat. Kalau sudah begini, Dyane tak jarang berpikir, 'aku lebih baik jadi masyarakat biasa dan bukan siapa-siapa, maaf Tuhan kalau aku tidak bersyukur'.

Begitulah kisah hidup Dyane yang teramat simple, tetapi fluktuatif dan selalu serba salah. Jadi, apa yang perlu dicemburui dari kehidupan Dyane?

Sunday, 21 March 2010

a complaining post

I realize that everybody has their problems. I realize that everybody has difficulty level on their problems. I know that I have to be strong, tough, and mature to face all shit things in my life. I know that I shouldn't have to complain for every problem that comes to my life. I know that I have to be thankful for everything from Allah. For million times, there's only one thing that I want to do, I want to share all my thoughts, I want to complain all my shit things, I want to ask all my questions, and I want to be listened by someone either with my best friends or my another family member. All I need is someone or anyone who wants to listen my sad songs. All I need is sharing with someone or anyone who wants to listen my trashy sad stories. I'm not a drama queen. I never hope that I would find a happiness like in a romantic tale story. I never hope that my life would be wonderful like every princess in the world. I never hope that my life would be a happy ending story like cinderella. Dear Allah, I want to live with simple living, even though there would be many problems, at least I want to be listened by anyone who wants to listen my trashy sad stories.

Friday, 12 March 2010

Hidup = abstrak, rumit, dan indah

Hidup itu memang abstrak.
Abstrak karena kita selalu berhadapan dengan berbagai pertanyaan.
Abstrak karena kita terkadang belum mendapatkan jawaban atas berbagai pertanyaan yang ada.
Abstrak karena semuanya masih abu-abu.
Abstrak karena kita belum mendapatkan kejelasan dan kepastian tentang apa sih hidup itu dan apa tujuannya?.


foto ini dibuat oleh fanny

Hidup itu memang rumit.
Rumit karena kita selalu menghadapi masalah.
Rumit karena masalah yang datang tidak hanya satu, tetapi dua atau bahkan lebih dari dua.
Rumit karena kita selalu berhadapan dengan pilihan.
Rumit karena ketika kita sudah memutuskan sebuah pilihan, maka kita harus menerima segala konsekuensinya, baik dan buruk.

Hidup itu pada akhirnya akan indah.
Indah karena kita telah mengetahui jawaban atas semua pertanyaan.
Indah karena kita telah menerima jawaban tersebut dengan lapang dada dan ikhlas.
Indah karena kita bisa lulus melewati segala macam masalah dengan tenang dan pikiran dingin.
Indah karena kita bisa memutuskan sesuatu hal dengan segala konsekuensinya.
Indah karena kita selalu tegar dan sabar dalam menjalankan hidup.
Indah karena kita selalu memberi kepada orang lain.
Indah karena kita selalu meminta perlindungan kepada Allah SWT.


foto ini diambil oleh fanny

Sunday, 21 February 2010

a great short conversation

I had a great short conversation last night with someone. Here is..

Me : I never imagine when I will be married by someone, because I don't want marry with
someone early. I have to consider all things, not only love to share with someone, but also
our thought, vision, mission, money, and many others. I'm not ready at all for a marriage.

Him: Me too, i've to finish my study, insya Allah next year. And then, I've to look for a job, I
should have much money to propose someone. I don't want to marry someone if I still
still don't have any money. We have to live logically and realistic, not in a dream. In the
past, I used to play in every day, now I didn't want to play anymore. Because I'm getting
older and i want to be the leader in my family.

Actually, there are many topics that we talked about last night. And what I wrote above is the best part conversation that I love. Anyway, nice to meet you, nice to talk with you! :)